KASIH YANG TAK TERLUKISKAN
Bacaan: MAZMUR 8: 2-9
Ada sebuah puisi yang menceritakan tentang kekaguman sang penulis terhadap kasih Tuhan. Demikian bunyi puisi itu:
Siapakah aku ini Tuhan dihadapanMu
Tak lebih dari debu tanah yang hilang terbawa angin jalanan
Tak lebih dari pasir di pantai, yang habis tersapu ombak
Namun, kasihMu ya Tuhan tak terlukiskan
Sangat dalam, melebihi dalamnya samudra
Hangat kasihMu, melebihi hangatnya terik mentari pagi hari
Begitu luas, melebihi luasnya angkasa raya
Tak pernah sama, tak pernah terlambat, dan tak akan pernah habis
Aku akan selalu kagum dengan kasihMu
Aku akan selalu tercengang menyaksikan kebesaranMu
Aku akan selalu terheran melihat keagunganMu
Raja Daud juga memiliki kekaguman terhadap kasih Allah yang begitu besar. "Jika aku melihat langitMu, buatan jariMu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun, Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. " (Mazmur 8:4-6)
Manusia yang begitu kecil, begitu lemah, yang tak bernilai dan tak berharga, tetapi dikasihi dan diindahkan oleh Allah sedemikian rupa. Sesuatu yang tak bernilai dan tak berharga, orang tak akan mengingatnya dan tak akan mempedulikannya. Namun, Allah sangat mempedulikan dan mengingat manusia yang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.
Inilah yang membuat pemazmur kagum dan memuliakan Allah. Kasih yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Kasih yang agung dan mulia.
Betapa bersyukurnya kita karena dikasihi dengan kasih yang agung dan mulia. Betapa bersyukurnya kita yang dicintai meskipun bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Betapa bersyukurnya kita yang senantiasa diingat dan diindahkan oleh Allah. Kiranya kita senantiasa mengingat, tanpa kasih Allah yang agung, kita bukan siapa-siapa, namun, karena kasih Allah yang agung, kita begitu berharga.
Tuhan kiranya senantiasa memampukan kita untuk mengalami dan merasakan kasihNya
Pokok Doa:
1.Bulan Anak yang masih berlangsung
2.Jemaat yang sedang sakit
3.Anak-anak yang mencari pekerjaan atau yang melanjutkan pendidikan
Maria S