KASIH YANG BERDAMPAK

  •  Johanis Melsasail
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Rabu, 6 November 2024

Bacaan: Yohanes 13:31-35

===================


KASIH YANG BERDAMPAK


Ada dua orang ibu janda sebut saja Ibu Susi dan Ibu Susan. Mereka hidup dalam sebuah kota kecil. Ibu Susi mempunyai satu orang anak sedangkan Ibu Susan mempunyai Empat orang anak. Mereka mendidik anak-anak mereka dengan cara yang berbeda. Ibu Susi berkata bahwa aku punya uang yang cukup untuk membiayai anak saya sampai besar nanti. Namun Ibu Susan berkata bahwa aku tidak punya uang karena itu aku harus bekerja sekuat tenaga untuk masa depan anak-anak saya. 


Setelah beberapa tahun kemudian Ibu Susi berkunjung ke rumah Ibu Susan, disana ia melihat bahwa anak-anak ibu Susan begitu merindukan Ibunya dan setiap hari mereka datang ke rumah untuk menengok ibunya. Berbeda dengan Ibu Susi, dia punya anak satu namun setelah menikah dengan wanita idamannya di luar kota, tidak pernah pulang. Berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun ia tidak kunjung kembali ke rumah menengok ibunya yang sendirian di rumah. Tanpa memendam rasa ingin tahu, ibu Susi bertanya pada Ibu Susan "apa resepnya sehingga anak-anakmu bisa memiliki kasih dan perhatian yang begitu besar padamu?" Kemudian Ibu Susan menjawab bahwa resepnya adalah:

1. Rangkullah mereka. Setiap pelukan orang tua kepada anaknya atau anak kepada orang tua, akan menaruh catatan pada hati dan ingatan mereka.

2. Berjuang untuk setiap masalah mereka. Setiap tetes keringat dan bahkan mungkin air mata dalam perjuangan orang tua kepada anak atau anak kepada orang tua adalah sangat berharga.

3. Doakan mereka. Ketika dalam persekutuan keluarga dan mereka di bawa dalam doa dan nama mereka satu per satu kita sebut, itu akan merupakan pemberian dan hadiah yang tak pernah terlupakan dalam hidup mereka. Itulah Kasih yang sejati.


Bapak ibu yang terkasih, acap kali kita hanya memberikan perintah kepada anak-anak kita untuk saling mengasihi, tanpa memberikan cara yang tepat dan nyata. Maka melalui bacaan ini kita belajar bahwa mengasihi itu tidak sekedar dengan kata-kata atau dengan uang yang kita berikan kepada anak-anak, orang tua kita. Kasih yang sesungguhnya adalah kita Nyatakan itu di dalam kerelaan dan ketulusan kasih kita untuk anak-anak, orang tua, keluarga kita, atau orang-orang di sekitar kita yang mungkin saat ini sedang menghadapi masalah dan pergumulan yang besar. Berjuanglah untuk mereka sampai titik akhir masalah mereka, di situlah mereka akan melihat dan merasakan bagaimana kasih yang nyata itu datang dari Allah dan orang yang mengasih dengan memberikan perhatian penuh kepada mereka. 


Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya dan seluruh umat manusia. Ia menunjukkan dan membuktikan kasihNya itu di dalam pengorbanannya di kayu salib dan semua itu menjadi teladan untuk kita sampai hari ini. Yesus berkata, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.


Kiranya kasih Kristus itu mewarnai kehidupan kita di dalam perjalanan hidup kita di sepanjang hari ini, Tuhan Yesus memberkati kita.. Amin..


Pokok Doa :

==========

1. Untuk penatalayanan GKI Coyudan.

2. Untuk pergumulan dalam pekerjaan, usaha dan rumah tangga.

3. Untuk jemaat yang sedang berduka.


Johanis Melsasail, S.Si.Teol

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.