KABAR BAIK
Bacaan: Roma 10:16-21
Bulan ini kita bersama sedang merayakan bulan misi. Maka di dalam penghayatan ibadah pun kita menekankan tentang bermisi. Singkatnya bermisi adalah melakukan perintah Tuhan untuk dapat mencapai visi Tuhan bagi dunia ini. Jika kita perhatikan apakah yang menjadi kerinduan besar Tuhan? Tuhan sangat rindu semua orang dapat memperoleh keselamatan. Keselamatan itu diperoleh melalui percaya akan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Oleh sebab itu perlu semakin banyak orang yang mendengarkan kabar tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus.
Dalam perikop yang kita baca, Rasul Paulus sedang menjelaskan tentang apakah semua orang dapat mendengarkan Kabar Baik tersebut? Dan Rasul Paulus menjadikan bangsa Israel sebagai contoh. Jika melihat perikop sebelumnya di situ Paulus juga menjelaskan tentang bagaimana caranya agar semua orang dapat mendengarkan Kabar Baik tersebut (Rom 10:13-15). Rasul Paulus sedang berusaha agar jemaat Roma mulai menyadari betapa pentingnya menyebarkan Kabar Baik tentang keselamatan yang berasal dari Yesus Kristus.
Rasul Paulus memulai penjelasannya dengan berkata bahwa iman timbul melalui pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus. Maksudnya adalah tidak ada seorang pun yang dapat tiba-tiba beriman kepada Yesus Kristus jika belum mendengar tentang Kabar Baik tersebut. Meskipun sudah mendengar belum tentu orang dapat segera percaya. Sekalipun Kabar Baik itu sudah disuarakan sampai ke ujung bumi, belum tentu semua dapat percaya (ay. 18). Lalu kemudian Paulus juga mengingatkan pada waktu Musa memimpin bangsa Israel. Di situpun bangsa Israel tidak mendengarkan Tuhan dan pergi menyembah berhala buatan tangan mereka sendiri, sehingga Tuhan hendak menghukum bangsa Israel (ay. 19). Tidak sampai di situ pada zaman nabi Yesaya pun bangsa Israel juga tidak mau mendengarkan Tuhan. Sehingga Tuhan sendiri yang berkata bahwa bangsa Israel tidak mau mencari Tuhan (ay. 20).
Menarik jika kita perhatikan pada kisah Yesaya yang dibahas oleh Paulus. Ada satu hal yang sangat penting untuk diingat. Bangsa Israel tidak mencari Tuhan, tetapi Tuhan berkata "Aku berkenan ditemukan oleh yang tidak mencari Aku." Lalu "Aku menampakkan diriKu kepada yang tidak menanyakan Aku." Ini adalah sebuah ungkapan yang seharusnya dapat membuat kita takjub akan perbuatan Tuhan. Tuhan berinisiatif untuk ditemukan dan menampakkan diri-Nya kepada bangsa Israel. Lebih lagi Paulus menambahkan pada ayat terakhir, Tuhan berkata bahwa Tuhan mengulurkan tangan-Nya kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.
Sekali lagi Tuhan menunjukkan betapa besar kasih-Nya kepada setiap manusia, baik yang sudah mendengar Kabar Baik itu, maupun yang belum mendengarkan. Rasul Paulus menjelaskan bahwa iman timbul karena pendengaran. Tetapi ini pun pekerjaan tangan Tuhan ketika seorang dapat percaya dan beriman kepada Tuhan. Sebab itu adalah inisiatif dari Tuhan. Jika Tuhan tidak berkenan ditemui dan tidak menampakkan diri-Nya maka orang tersebut tidak dapat percaya. Tuhan sangat mengasihi setiap kita sehingga Ia berinisiatif untuk ditemukan dan menampakkan diri-Nya. Melalui Yesus Kristus yang dapat dilihat secara langsung, yang hidup menjalankan misi sang Bapa agar tercapailah Visi Tuhan itu. Lalu Yesus mati untuk menebus dosa manusia agar semakin banyak yang diselamatkan. Saat ini itulah yang menjadi tugas kita agar dapat melanjutkan misi Tuhan di dalam dunia. Siarkan Kabar Baik tersebut. Sampaikan kepada semua orang bahwa Yesus telah mati untuk kita semua agar kita diselamatkan. Tuhan tidak pernah lelah mengulurkan tangannya bagi kita yang terkadang memilih tidak taat. Maka dari itu sekarang marilah kita taat dan menjadi perpanjangan uluran tangan Tuhan bagi orang-orang yang juga belum percaya kepada Tuhan.
Pokok Doa:
1. Pergumulan pekerjaan dan studi remaja pemuda GKI Coyudan
2. Rangkaian acara bulan misi
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia