JANJI TUHAN TEPAT
Banyak orang tidak mudah untuk percaya dengan janji.
Mengapa? Karena banyak orang mudah membuat janji, tetapi banyak orang tidak menepati janji. Mungkin jika hanya sekali, orang bisa memaklumi, karena bisa jadi lupa. Tetapi jika itu terjadi setiap kali berjanji, maka membuat orang sulit percaya bahkan tidak suka mendengar janji.
Hanya ada satu pribadi yang senantiasa menepati janji-Nya, yaitu Allah. Allah tidak pernah mengingkari perjanjian-Nya.
Kejadian 9:11:"Aku menetapkan perjanjian-Ku dengan kamu bahwa sejak ini segala makhluk tidak akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi."
Demikianlah perjanjian yang Allah buat dengan Nuh dan dengan segala makhluk yang ada dibumi. Allah memberi tanda perjanjian antara DiriNya dengan dengan Nuh, yakni pelangi.
Perjanjian itu Allah buat, setelah air bah yang dahsyat membinasakan bumi karena kejahatan dan dosa2 manusia. Allah menyelamatkan Nuh dan keluarga dan binatang-binatang yang bersamanya, dan Allah berjanji untuk selanjutnya Dia tidak akan lagi membinasakan bumi, tetapi akan menyelamatkan.
Allah tidak lali dengan janjiNya, Ia berkenan untuk datang ke dunia, menderita karena dosa dan pelanggaran manusia, supaya manusia tidak binasa, tetapi memperoleh keselamatan. Pada zaman Nuh, Ia memberikan tanda pelangi, dan dengan kita tanda baptisan adalah tanda perjanjian antara Allah dan kita. Tanda bahwa kita orang-orang yang diselamatkan karena pengurbananNya, karena penderitaanNya, karena kasihNya ( 1 Petrus 3:18-22 ).
Minggu Pra Paska 1 ini, menjadi sebuah refleksi bahwa Ia setia dengan janjiNya, meskipun Ia harus memberi Diri-Nya, menderita, mati dan bangkit, Ia menggenapi janji-Nya. Soli Deo Gloria
(Ibu Maria Sampyuh)