JANJI-NYA BUKAN SEMBARANG JANJI
Yeremia 29:10-14
Ada selentingan kalimat yang mengatakan, "Jangan terlalu berharap kepada manusia, karena itu semua merupakan kesia-siaan." kalimat ini mungkin berangkat dari kenyataan bahwa berjanji seringkali lebih mudah diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan. Manusia, sebagai makhluk tidak sempurna, rentan terhadap kesalahan dan pengingkaran janji. Oleh karena itu, memiliki harapan yang terlalu besar pada orang lain dapat mengecewakan, mengingat janji mudah untuk diingkari. Ketidakpastian inilah yang mendorong kehati-hatian dalam menempatkan harapan pada manusia.
Apa lagi pada saat ini, sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilu serentak untuk menentukan siapakah yang akan menjadi pemimpin negara selama lima tahun kedepan. Banyak dari masyarakat indonesia yang mulai mempertimbangkan segala bentuk janji yang diucapkan oleh para paslon agar masyarakat dapat memilih pemimpin yang tepat untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. Namun dengan pertimbangan yang matang pula, hal tersebut tidak dapat menjamin bahwa pemimpin yang nanti terpilih akan menepati dan menjalankan setiap janji-janji manis semasa kampanye. Dengan begitu kita dapat menyadari bahwa kita hidup di dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian.
Bacaan kita rupanya menunjukan hal yang sama dimana Bangsa Israel pun hidup di dalam ketidakpastian. Namun, kita juga bisa melihat bahwa Allah semesta alam memberikan suatu harapan hidup kepada Bangsa Israel melalui suatu Janji Ilahi, bahwa akan tiba saatnya bagi mereka keluar dari Babel dan kembali ke tanah asal.(ayt.10,14) Namun di tengah penantian mereka yang penuh dengan misteri atau ketidakpastian dunia, Allah juga berjanji untuk mendengarkan dan mendatangkan rancangan damai sejahtera kepada mereka dalam setiap seru doa dan pengharapan yang mereka utarakan dengan tulus hati kepada Allah.
Dari sini kita dapat melihat bahwa, Allah berjanji untuk memulihkan mereka dengan membawa kembali mereka ke tempat asalnya dan Allah benar-benar menggenapi janjiNya. Dan melalui kisah ini kita pun tahu bahwa Allah tidak seperti manusia yang dengan mudahnya mengingkari setiap janji, melainkan Allah dengan segenap kuasaNya siap dan pasti akan menggenapi setiap apa yang telah dijanjikan kepada umatNya. Bahkan di tengah-tengah perjalanan pergumulan mereka, Allah pun menggenapi janjiNya untuk turut serta menunjukan solidaritas kepada umat dengan hadir, mendengar dan memberkati mereka semua.(ayt.12-14)
Melalui Firman ini kita sebagai umat di masa kini, diundang untuk percaya pada janjiNya yang akan selalu menyertai dan menopang kita di dalam kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian ini. Mungkin benar bahwa ketika kita menaruh harapan pada janji manusia dan dunia kita tidak dapat terhindar dari yang namanya kekecewaan. Namun percayalah ketika kita kecewa sekalipun, Cinta Allah akan selalu mendatangi dan memberikan kita harapan untuk dapat terus melangkah maju di dalam kehidupan ini.
Pokok Doa:
1. Pergumulan umat yang sedang sakit, berduka, pekerjaan, studi, pencarian pasangan hidup dan lain sebagainya.
2. NKRI yang akan melaksanakan Pemilu serentak 14 Februari 2024.
3. Setiap program pelayanan GKI Coyudan.
Raphael Timotius Suy