JANJI ALLAH

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Kejadian 15:1-6

Ketika kita membaca perikop ini mungkin timbul dalam pikiran kita, ”apakah semudah itu Abraham percaya pada perkataan Tuhan ?!". Karena bacaan kita sepertinya enteng saja mengatakan, ”... percayalah Abram kepada TUHAN ...”. Tetapi sebenarnya pergumulan Abraham sampai pada titik pemenuhan janji Tuhan dengan lahirnya Ishak bukanlah hal mudah. Ada kisah panjang dan berat dalam pergumulan Abraham dan Sara; ketegangan, pertengkaran dan juga air mata. 

Pergumulan itulah yang digambarkan juga dalam film His Only Son; pergumulan Abraham dari awal panggilannya, hingga memiliki anak Ishak dan setelah anak itu besar, ia harus mengurbankan anaknya sesuai perintah Allah. Ini tentu suatu perkara yang membuat Abraham bertanya-tanya keheranan; jika Allah sudah menggenapi janji-Nya memberikan keturunan kepada Abraham dan Sara, kenapa setelah cukup dewasa justru anak itu harus dikurbankan ?! Dan dalam ketaatan, Abraham melihat kasih setia Tuhan yang menyelamatkan Ishak.

Ketaatan Abraham itulah yang membawa gambaran tentang keselamatan  yang disempurnakan dalam diri Yesus Kristus; Anak Domba yang datang ke dalam dunia. Sebagai Anak Allah satu-satunya yang dikurbankan untuk keselamatan dunia setelah waktunya genap sebagaimana ada dalam rencana Allah. Melalui iman Abraham kita melihat dan percaya akan kematian Yesus sebagai penebusan, dan kebangkitan Yesus sebagai bukti janji keselamatan dari Tuhan.

Dan perjalanan iman itu tidak dijanjikan mudah, terkadang begitu berat dan sulit dipahami. Namun jika kita belajar dari Abraham, kita mau tetap percaya dan mengimani segala perbuatan dan janji Tuhan itu, pastilah janji penyertaan dan kasih Tuhan itu akan menjadi sempurna dalam kehidupan kita; baik di masa kini ketika kita ada di dalam dunia, maupun di masa depan.

Ingatlah bahwa seberapapun kita mungkin berpikir keras untuk menyelami pikiran Tuhan, kita tidak akan pernah dapat memahaminya. Cukuplah kita percaya bahwa ketika kita hidup dalam janji Tuhan, maka Tuhan akan mengangkat dan meneguhkan, menguatkan dan menunjukkan jalan bagi setiap kita yang mau belajar untuk terus percaya pada seluruh rencana dan tindakan Allah.

Karena itu, jika kita mengimani sungguh bahwa Allah kita adalah kasih dan pengampunan, marilah kitapun percaya bahwa ketika kita hidup dalam kasih, dan pengampunan maka Tuhan memperhitungkannya sebagai kebenaran yang akan terlaksana dengan cara dan melalui tindakan Allah yang ajaib dan penuh kuasa melampaui pikiran kita untuk menyelaminya. Amin.

Pokok Doa :
1.    Bersyukur untuk selesainya pemilu dan berdoa untuk kebesaran hati bagi yang terpilih dan juga untuk mereka yang belum terpilih.
2.    Memohonkan hikmat bagi seluruh rakyat Indonesia agar dapat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
3.    Untuk kelancaran kegiatan gereja di masa pra paska 2024.

Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi