JANGAN SIMPAN KEPAHITAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 8 Februari 2025
Bacaan: Haki-hakim 11:1-11
======================
JANGAN SIMPAN KEPAHITAN
Yefta adalah anak Gilead dari seorang perempuan sundal. Setelah dewasa, anak-anak Gilead yang lain mengusir Yefta dan tidak memberikan warisan kepadanya karena dia adalah anak dari perempuan lain. Yefta pun pergi meninggalkan rumahnya dan bergabung dengan kawanan perampok. Bisa dibayangkan betapa sakitnya hati Yefta saat itu. Yefta tidak bersalah, tetapi dia harus menanggung akibat dari kesalahan kedua orang tuanya. Hingga suatu saat, ketika Israel terdesak karena musuh-musuh mereka, orang-orang yang mengusir Yefta datang dan meminta Yefta untuk menjadi pemimpin mereka. Yefta pun menyanggupinya tanpa mengingat lagi perlakuan saudara-saudara tirinya yang pernah menyakiti hatinya.
Seperti Yefta kita mungkin juga pernah mengalami perlakuan yang serupa. Ada saat-saat dalam hidup kita di mana kita begitu tersakiti oleh perkataan maupun perbuatan orang lain. Kita kecewa, kesal dan marah, tetapi mungkin kita tidak dapat berbuat apa-apa hingga akhirnya kita hidup dengan menyimpan sakit hati yang begitu lama, tanpa mengubah apapun. Di saat-saat seperti itu, kita dapat mengingat kembali bagaimana Yefta yang melupakan kepahitannya dan membuka hatinya untuk menolong umat Allah sehingga Israel dapat bebas dari serangan musuh. Demikian pula dengan kita. Janganlah kita menghabiskan sisa hidup kita yang sebentar ini hanya dengan meratapi kesedihan dan sakit hati. Belajarlah untuk membuka hati supaya kita dapat melupakan dan memaafkan.
Kita tidak perlu terlalu lama menyimpan dendam dan sakit hati di masa lalu sehingga kita harus mengotori hidup kita hari ini. Yang lalu biarlah berlalu. Mulailah sesuatu yang baru, dengan hati dan semangat yang baru. Bersyukurlah karena dengan kepahitan, kita justru dibentuk oleh Tuhan menjadi orang yang mawas diri dan taat. Ingatlah bahwa kita masing-masing pun tidak pernah lepas dari dosa. Karena itu, ampunilah, supaya kita pun diampuni oleh Tuhan dan jalan kita menuju masa depan yang penuh harapan dapat semakin terbuka bagi kita. Tuhan menolong kita. Amin..
Pokok Doa :
==========
1. Penatalayanan GKI Coyudan.
2. Jemaat yang sedang sakit.
3. Lahan parkit GKI Coyudan.
Bp Johanis Melsasail