JANGAN PERCAYA BERITA PALSU.

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan: Yehezkiel 13:1-16
=====================

 

Nabi-nabi palsu dapat memperdaya orang-orang dengan pesan-pesan palsu mereka dan mengklaim mendapat wahyu dari Tuhan. Nabi Yehezkiel sangat marah terhadap nabi-nabi palsu karena mereka melakukan tindakan yang bertentangan dengan Firman Tuhan dan memimpin umat Tuhan ke jalan yang salah. Yehezkiel merasa bahwa tindakan para nabi palsu ini adalah pengkhianatan terhadap Tuhan dan umat-Nya.

Hal-hal yang di sampaikan oleh nabi-nabi palsu ini adalah:
1. Janji janji palsu. Dalam menyampaikan pesan kepada umat Tuhan, seringkali mereka memakai nama Tuhan untuk menyampaikan isi hati mereka kepada umat, padahal sebenarnya Tuhan tidak pernah menyampaikan apa-apa kepada mereka.
2. Damai sejahtera palsu. Mereka mengumandangkan damai sejahtera kepada umat, namun sebenarnya ulah merekalah yang menyebabkan kehancurab di tengah umat. Mereka seperti hewan pemakan bangkai.
3. Penglihatan palsu. Mereka menyampaikan kabar pembebasan kepada umat Tuhan dan mengatakan bahwa tidak akan ada perang, namun dalam kenyataannya, perang dan malapetaka datang menghancurkan. Mereka mengatakan bahwa dalam penglihatan, mereka melihat tembok-tembok yang retak dan bahwa mereka akan memperbaiki tembok-tembok ini, namun kenyataannya bahwa mereka hanya melaburi tembok yang retak itu dengan cat putih untuk menutupi kerusakan.

Dalam bacaan ini, kita dapat melihat bahwa nabi Yehezkiel mengecam para nabi palsu dan praktisi sihir yang menyesatkan umat Israel dengan menyampaikan pesan palsu dan memberikan harapan palsu. Dia mengingatkan bahwa Allah akan menghukum mereka karena perbuatan mereka yang menyesatkan umat Tuhan. Pesan utama bagi kita melalui firman Tuhan ini adalah pentingnya kebenaran, kejujuran, dan ketaatan kepada Allah, karena bila tidak, maka ancaman hukuman bagi para penipu spiritual yang seringkali membohongi dan memanipulasi umat Tuhan atas nama pelayanan.

Pokok Doa.
1. Untuk Gereja dan pelayanan.
2. Untuk semua pergumulan jemaat.
3. Untuk Bangs Indonesia.

Bpk. Johanis Melsasail.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.