JANGAN MENIRU YANG JAHAT

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

3 Yohanes 1:9-12

Bacaan leksionari hari ini menceritakan seorang bernama Diotrefes yang adalah seorang pemimpin gereja yang ambisius dan sekaligus seorang pembual (peleter : orang yang berkata-kata dengan tidak tentu maksud dan tujuan atau tidak karuan) Demi mendapatkan dan mempertahankan jabatan dan _”kekuasaannya”_ di dalam gereja, Diotrefes tidak ragu-ragu untuk berkata-kata kasar dan tidak segan menghalangi jemaat yang mau menerima kehadiran pelayan-pelayan Tuhan yang lain yang mau datang; oleh karena mereka berbeda pandangan dengannya, bahkan mengucilkan mereka yang berani menerima kehadiran pelayan-pelayan Tuhan itu.  

Namun Yohanes menasihatkan kepada jemaat untuk tidak berlaku sama dengan yang dilakukan oleh Diotrefes, mereka tidak boleh meniru yang jahat, tetapi agar jemaat tetap fokus pada kesaksian hidup yang baik dan benar. Seperti yang dilakukan Demetrius dalam kehidupan pelayanannya yang dikenal baik dan benar oleh banyak orang.

Demikian juga halnya dengan kehidupan kita sebagai umat Tuhan di masa kini, kita diajak untuk menjauhi perkataan yang sia-sia dan yang dapat membawa pengaruh buruk pada komunitas. Hendaklah setiap orang mengingat bahwa setiap perkataan kita menunjukkan kesaksian hidup kita sebagai orang-orang milik kepunyaan Allah; yaitu untuk membangun dan mempersatukan orang dalam kasih, bukan untuk merusakkan persekutuan. Amin.

Pokok Doa :
Berdoa untuk kesatuan hati jemaat : GKI Coyudan Solo, Pos Jemaat Joyotakan, Pos Jemaat Solo Baru dan Pos Kebaktian Baturan Indah.

Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.