JANGAN KECUT HATI
Yosua 1:1-9
Siapapun tidak selalu bisa langsung siap dengan perubahan hidup, terlebih lagi jika perubahan itu terkait dengan arah hidup di masa depan. Semuanya tidak lagi sama, namun harus dihadapi. Hati kita dapat menjadi takut dan gentar. Hati kita menjadi kecut alias ngeri.
Dalam Yosua 1, kita membaca tentang berpindahnya kepemimpinan atas bangsa Israel kepada Yosua setelah kematian Musa. Perintah “kuatkan dan teguhkanlah hati” berulang kali diberikan pada Yosua dan bangsa Israel untuk menegaskan arti pentingnya (ay.6-7,9). Tentu saja, mereka merasa khawatir akan masa depan yang tidak pasti, tetapi Allah meyakinkan mereka, “Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (ay.5). Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Janganlah gentar dan kecut hatimu, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi” (Yos. 1:9).
Janji yang sama diberikan kepada kita. Tuhan tidak hanya bersama umat di masa lalu, namun juga bersama umat di masa kini dan masa depan. Hati kita pun dapat menjadi kuat dan teguh karena Dia yang telah berjanji untuk selalu menyertai kita.
Maka, apapun yang saudara takutkan dalam hidup, hadapilah dengan janji penyertaan Tuhan.
Doa :
“Bapa yang setia, aku bersyukur karena Engkau selalu menyertaiku. Tolonglah aku untuk mengingat janji-janji-Mu dan mempercayai-Mu ketika aku merasa takut.”
Pdt. Daniel K Gunawan