JANGAN BOHONG ATAS NAMA TUHAN
Yeremia 28 : 10 - 17
Bukan baru zaman sekarang ini orang menggunakan nama Tuhan untuk kepentingan diri sendiri atau kelompok tertentu, apalagi pada suasana kampanye menjelang Pemilu seperti sekarang ini. Hal seperti itu sudah terjadi sejak zaman dulu. Bahkan bukan hanya orang biasa, tetapi juga orang terhormat seperti nabi Hananya dalam bacaan kita hari ini. Ia mengatakan berita palsu kepada umat Tuhan. Ia mengatakan bahwa apa yang ia nubuatkan berasal dari Tuhan, padahal tidak.
Di ayat 11, dikatakan : Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu; Beginilah Firman Tuhan : Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnesar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!"
Hananya tidak hanya bernubuat, tapi ia malah berani melakukan tindakan untuk menunjukkan kepastian nubuatnya.
Gandar yang terpasang ditengkuk Yeremia diambil dan dipatahkannya (10). Setelah itu ia bernubuat bahwa dalam dua tahun mendatang akan ada kebebasan dari raja Babel karena Tuhan telah mematahkan kuk Nebukadnesar (11). Namun nubuat Hananya hanya sebatas retorika saja. Semuanya itu palsu belaka (13-17). Tuhan tidak suka dengan tindakan Hananya. Tuhan menghukum Hananya. Hananya mati padatahun itu juga dan nubuat palsunya tidak terbukti.
Sering kita melihat, mendengar, bahkan mungkin kita menjadi "Hananya-Hananya" dengan menggunakan istilah "kehendak Allah" atau "demi Tuhan", bagi ambisi atau keinginan pribadi. Baiklah, sejak sekarang ini kita berhenti melakukan itu. Jangan bohong atas nama Tuhan. Berhentilah menggunakan nama Tuhan untuk menutupi ambisi kita. Jangan sampai Tuhan menghukum kita seperti Hananya.
Doa Pribadi :
- Berdoa untuk bangsa dan negara.
- Berdoa untuk orang2 yang sakit.
- Berdoa untuk bulan Anak.