JAMINAN PERJANJIAN
Ibrani 9:15a
“Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan”
Dalam sebuah surat perjanjian, biasanya kita akan menggunakan tanda jaminan bahwa perjanjian itu sah dan dapat dipertanggung jawabkan. Tanda jaminan yang biasa dipakai adalah materai yang berkekuatan hukum beserta tanda tangan dua pihak. Jika salah satu pihak melanggar perjanjian itu, maka dapat ditindak secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku.
Dalam surat ibrani, penulis menjelaskan tentang perjanjian baru yang dijamin oleh Yesus Kristus sebagai sang Pengantara. Perjanjian baru ini berbeda dengan perjanjian lama. Perjanjian ini mengandung keselamatan umat dari Tuhan. Dalam perjanjian lama, umat harus diperciki dengan darah hewan korban pengampunan dosa. Dalam perjanjian baru, Kristus menggunakan darah-Nya sendiri untuk menebus dosa seluruh umat. Satu kali untuk selamanya. Darah Kristus itu yang menjadi jaminan perjanjian keselamatan kita dengan Allah.
Bagaimana jika kita melanggar perjanjian itu? apakah perjanjian itu akan batal? Darah Kristus menjadi penjamin bahwa perjanjian itu tidak batal. Sebab keselamatan adalah inisiatif Allah bagi manusia. Karena itu, keselamatan dalam Kristus tetap terwujud. Inilah kasih karunia Allah yang sungguh besar. Oleh sebab itu, jika kita melanggar perjanjian dalam dosa, segeralah meminta pengampunan dosa dan hidup dalam pertobatan. Tanda bahwa kita sungguh-sungguh menghidupi perjanjian itu adalah perubahan hidup yang semakin dekat dengan Tuhan dan berbuahkan dengan tindakan yang baik dan benar.
Pokok doa:
1. Bangsa dan negara
2. kedamaian dunia
Pdt Daniel K Gunawan