JAMINAN KESELAMATAN #2
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Kamis, 7 November 2024
JAMINAN KESELAMATAN
Roma 5:6-11
”Terlebih lagi, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan melalui Dia dari murka Allah. Sebab, jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah melalui kematian Anak-Nya, terlebih lagi kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya.” (ay.9,10)
Ketika ditanya, “Apakah kamu benar-benar yakin diselamatkan, hanya karena percaya kepada Yesus Kristus?” Pertanyaan seperti ini kadang-kadang membuat orang Kristen ragu-ragu: Yakin tidak ya, saya diselamatkan karena beriman kepada Yesus Kristus?
Keraguan itu tampaknya juga dialami oleh sebagian besar orang percaya, termasuk jemaat yang ada di Roma pada abad pertama. Oleh karena itulah maka Rasul Paulus melalui suratnya yang ditujukan kepada jemaat di Roma menegaskan tentang jaminan keselamatan di dalam Yesus Kristus.
Darah Kristus yang tercurah di Golgota saat Ia disalib, membuat diri-Nya menjadi kurban yang sempurna bagi penebusan dosa manusia. Kematian Kristus sebagai Anak Domba yang menghapus dosa dunia, telah memperdamaikan manusia yang percaya dengan Allah. ”Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman hidup dalam damai sejahtera dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus.” (Rm.5:1)
Allah sendiri menunjukkan kasih-Nya kepada kita: ”Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita. Terlebih lagi, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti diselamatkan melalui Dia dari murka Allah.” (ay.8,9). Oleh karena itulah, maka sebenarnya tidak ada keraguan lagi bagi orang yang percaya dan beriman di dalam Kristus, bahwa mereka akan diselamatkan dari murka Allah.
Keyakinan iman itulah yang perlu terus kita jaga melalui kehidupan sehari-hari. Percaya kepada Kristus berarti hidup kita juga harus semakin serupa dengan Kristus, yang penuh kasih dan rela menderita untuk kebenaran.
Untuk bisa menjadi serupa dengan Kristus, kita harus terus berusaha mengenal-Nya dengan cara membaca dan merenungkan firman Tuhan, taat dan setia melakukan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, memiliki kehidupan doa yang benar, dan terlebih dari itu, selalu minta pertolongan Tuhan sehingga kita dituntun Roh Kudus untuk hidup dalam kebenaran.
Memang tidak mudah untuk hidup yang semakin serupa dengan Kristus, karena banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Tantangan dari dalam, seperti keegoisan atau mengutamakan kepentingan diri sendiri kadang begitu kuat dalam hati kita, sehingga mengalahkan rasa “takut akan Tuhan” atau tidak takut lagi akan Tuhan. Akibatnya, hidup kita tidak dituntun berdasarkan firman Tuhan tetapi berdasarkan pikiran kita sendiri.
Sedangkan tantangan dari luar adalah penderitaan karena melakukan kebaikan dan kebenaran. Kristus telah memberikan teladan untuk mengasihi, sampai mengurbankan nyawa-Nya. Maka, kita sebagai orang percaya juga harus siap hidup menderita dan tetap percaya serta beriman kepada Yesus Kristus, Sang Juruselamat kita. Kita percaya, Roh Kudus akan menolong kita, sehingga kita bisa hidup semakin serupa dengan Kristus. Amin.
Pokok Doa
1. Pilkada berjalan lancar.
2. Penyusunan Program Pelayanan tahun 2025.
3. Yang sedang sakit dan berduka.
Sujud Swastoko