JALAN KETAATAN
Matius 2:13-15
”Setelah orang-orang majus itu berangkat, tampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” (ay.13 TB2)
Beberapa tahun lalu beredar berita tentang seorang pendeta di Afrika. Dia sangat meyakini bahwa dengan iman yang sungguh maka apa yang dilakukannya pasti terjadi. Oleh karena itu, di hadapan banyak orang dia mempraktekkan imannya itu dengan berjalan di atas air di sungai yang dalam.
Pendeta itu hendak menirukan Petrus yang meminta Tuhan Yesus agar berjalan di atas air dan ternyata memang Petrus bisa berjalan di atas air. Oleh karena itulah kemudian dia berdoa minta agar Tuhan memampukan dia untuk berjalan di atas air di sungai yang penuh buaya tersebut. Namun saat dia mencoba berjalan di atas air, tubuhnya langsung hanyut, tenggelam di sungai yang airnya deras dan dalam tersebut.
Hal itu mengingatkan kita bahwa jangan sekali-kali mencobai Tuhan, bahkan pamer iman di hadapan orang banyak. Manusia diberikan hikmat oleh Tuhan sehingga dia juga harus menggunakan hikmat tersebut dalam mengambil sebuah keputusan. Dia harus tetap taat pada rencana Tuhan.
Firman Tuhan hari ini mengajar kita agar hidup dalam ketaatan kepada Allah. Seperti yang dialami Yusuf, dia memilih jalan ketaatan yaitu menuruti perkataan malaikat dalam mimpinya. Malaikat itu memerintahkan Yusuf untuk bangun dari tidurnya, mengambil Anak (Yesus) dan Maria untuk lari ke Mesir dan tinggal di sana sampai Tuhan memerintahkan kembali ke tanah Yudea. Karena ada ancaman, yaitu Raja Herodes tengah mencari Yesus dan akan membunuh-Nya.
Sebenarnya kalau dipikir, mengapa Yesus harus dilarikan ke Mesir? Apakah Allah tidak bisa menghadapi Raja Herodes dan tentaranya? Pertanyaan tersebut kadang muncul dalam diri kita: Bukankah kita memiliki iman untuk disembuhkan saat sedang sakit, mengapa harus berobat ke dokter? Atau, kita percaya Tuhan memelihara hidup kita, tetapi mengapa masih harus bekerja? Bukankah Tuhan akan mencukupkan segala keperluan kita?
Justru di sinilah kita bisa menunjukkan iman kita, yaitu ketika kita mengambil jalan ketaatan, yaitu taat pada apa yang diperintahkan Tuhan. Seperti Yusuf yang taat pada perintah Allah dengan membawa Yesus dan Maria ke Mesir.
Saat sakit, kita juga perlu berobat, karena firman Tuhan dalam Perjanjian Baru juga memerintahkan para penatua untuk mendoakan dan mengolesi minyak zaitun atau memberi obat kepada orang yang sakit.
Tuhan juga memerintahkan Adam untuk bekerja agar bisa hidup, maka kita pun juga harus bekerja dengan baik sehingga Tuhan memberkati dan memelihara hidup kita karena ketaatan kita kepada Allah.
Oleh karena itu, marilah kita memilih jalan ketaatan dalam hidup ini, yaitu taat untuk melaksanakan perintah Tuhan, melakukan pekerjaan baik seperti yang Tuhan kehendaki, serta menjadi garam dan terang di dunia ini sehingga semakin banyak orang yang diselamatkan. Kiranya Roh Kudus menolong kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Bagi yang sakit, Tuhan menyembuhkan dan memulihkan.
2. Bangsa Indonesia dalam keadaan aman dan tetap bersatu.
3. Pelayanan di GKI Coyudan.
Sujud Swastoko