JALA YANG KOSONG, HATI YANG PENUH
RENUNGAN WARTA GKI COYUDAN
MINGGU, 9 FEBRUARI 2025
"Jala yang Kosong, Hati yang Penuh"
Malam membentang di atas perahu,
ombak kecil berbisik sayu.
Simon dan kawan-kawan bekerja,
menjala harapan, menangkap kecewa.
Jala terangkat, kosong kembali,
angin berhembus, dingin sekali.
Lelah merayap di pundak nelayan,
seperti beban, tak terselesaikan.
Lalu datanglah Dia, seorang Guru,
bukan nelayan, tapi tahu segalanya.
Suara-Nya lembut, namun tegas,
"Bertolaklah ke tempat yang dalam."
Simon ragu, lalu mengangguk,
logika melawan, tapi hatinya tunduk.
Jala dilempar, dan seketika,
lautan menyerahkan isi rahasianya.
Ikan meluap, perahu nyaris tenggelam,
tangan bergetar, mata terbelalak.
Simon tersungkur di hadapan-Nya,
karena lebih dari ikan, ia melihat terang.
"Bukan hanya jala yang Kau penuhi,
tapi hatiku yang dulu sunyi.
Aku ini kecil, penuh cela,
namun Kau panggil, untuk karya yang besar."
Dan di hari itu, di tepian danau,
Simon tak hanya menangkap ikan.
Ia menangkap panggilan,
dan meninggalkan jala untuk mengikuti Sang Jalan.
---
(Sebuah Puisi Naratif Dari Lukas 5:1-11)
Semoga ditengah kelelahan dan ketidakpercayaan, kita menemukan panggilan sejati yaitu menjadi murid Kristus yang taat, selalu takjub, Dan setia melayani. Amin.
(Pnt. Nova Natalie)