JAGALAH HATIMU
Bacaan: Amsal: 4:20-23
Amsal 4:23 (TB) Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Sumber hikmat adalah Tuhan sendiri. Ketika kita melekat pada Firman Tuhan, maka kita akan memperoleh hikmat. Ketika kita memiliki hikmat, maka kita mendapat perlindungan dari Tuhan dan jalan kehidupan akan semakin terang. Firman Tuhan menuntun hidup dan menyegarkan hati, karena itu harus disimpan di lubuk hati. Maksudnya, dihayati dan diberlakukan sebagai landasan perilaku. Makanya kita harus menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena dari hatilah terpancar kehidupan.
Dewasa ini, penelitian terhadap tubuh manusia dilakukan secara mendalam. Bagian tubuh yang selalu menjadi pusat pengendali karakter manusia adalah hati. Hati dalam pemahaman ini bukan salah satu organ tubuh, melainkan pusat seluruh kehidupan. Kalau hati bersih, maka perilaku manusia akan tampak jujur dan tulus, maka banyak berkat akan dituangkan Tuhan dalam kehidupan. Akan tetapi kalau hatinya kotor, maka perilaku manusia akan ditandai fitnah dan kebencian serta kebiasaan untuk mengganggu dan merusak. Maka kita harus mendandani hati. Hati yang baik adalah hasil penguatan dalam keluarga melalui hidup beriman. Ini yang akan berbuah dalam perilaku di masyarakat.
Hari baru telah diberikan Tuhan bagi kita. Kita sudah memasukinya dengan sederet pergumulan serta tantangan yang harus dihadapi dan dimenangkan. Untuk itu, kita di ingatkan untuk menjaga hati. Hanya kalau hati kita tulus dan jujur maka kita akan terus-menerus diberkati. Tanpa ketulusan dan kejujuran, berkat jadi sirna. Karena itu, mari mulailah kehidupan hari ini dengan hati bersih yang tidak dihuni oleh iri dan dengki, benci dan dendam, fitnah dan tipu daya. Supaya jangan ada satupun berkat yang telah Tuhan sediakan luput dari jangkauan kita. Semuanya menjadi bagian kita bahkan melimpah sehingga kita siap untuk berbagi dengan sesama. Masukilah hari ini dengan menjaga hati agar selalu memancarkan kehidupan.
Pokok Doa:
1. Penatalayanan GKI Coyudan.
2. Pergumulan jemaat.
3. Pemerintah dan gereja serta masyarakat Indonesia.