JADI PROVOKATOR ATAU MOTIVATOR ?!

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Bacaan : Kisah Para Rasul 17:10-15

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menjumpai tipikal orang yang hidupnya senang menginspirasi orang lain, memberi semangat, memberi dampak yang baik dan positif atau biasa dikenal dengan sebutan MOTIVATOR. 

Namun tidak jarang juga kita berjumpa dengan tipikal orang yang selalu menghasut orang lain untuk melakukan hal yang buruk, membagikan kata-kata dan pikiran negatifnya kepada orang lain, dan orang yang demikian seringkali kita sebut PROVOKATOR. Proses musyawarah yang baik, yaitu untuk menyalurkan aspirasi dan unjuk rasa untuk menyampaikan pendapat yang membangun, tidak jarang diubah menjadi anarkis dan aksi yang merusak oleh para provokator yang bertujuan mengacaukan dan membuat kisruh demi kepentingan diri atau kelompoknya sendiri. Bacaan kita pagi ini pun kita melihat jelas ada pihak yang menjadi motivator, namun disitu pun terselip orang yang menjadi provokator. 

Bagaimana Tuhan memakai rasul Paulus untuk memberitakan firman di Filipi, Tesalonika dan Berea, memberi motivasi dan semangat bagi jemaat di sana. Bahkan sekalipun ketika Paulus dan Silas sampai di penjara mereka tidak juga berhenti untuk memberitakan Tuhan Yesus ! Rasul Paulus tetap bersemangat memberitakan firman sekalipun ada juga orang-orang yang menentangnya, tetapi tidak sedikit juga yang mau mendengarkan perkataannya dan menjadi percaya. 

Di sisi lain, ada juga orang-orang Yahudi yang datang dari Tesalonika, yang tidak menyukai pemberitaan tentang Tuhan Yesus dan mulai menghasut orang-orang untuk menentang dan melakukan tindakan yang menggelisahkan banyak orang. Mereka orang-orang yang mengerti kebenaran, namun tindakan mereka jauh dari kebenaran itu sendiri. 

Melalui firman Tuhan hari ini kita dapat belajar :
1.    Menjauhi perilaku provokatif sebagaimana orang-orang Yahudi yang datang dari Tesalonika. Mereka menebarkan kegelisahan, pertentangan dan kerusuhan sekalipun mereka adalah orang yang mengaku mengerti kebenaran. Inilah cerminan bagi kehidupan orang yang seringkali mengaku beriman namun tindakannya selalu penuh dengan hasutan dan bujukkan yang menggelisahkan ?! Perkataannya menjadi batu sandungan bagi orang lain dan mendatangkan kebencian saja.

2.    Belajarlah menjadi orang yang membangun motivasi hidup dalam Tuhan dengan antusias seperti yang dilakukan oleh rasul Paulus dan Silas. Sekalipun keadaan mereka penuh tantangan dan rintangan tetapi Paulus dan Silas tidak mundur atau ragu untuk terus memotivasi orang hidup di dalam kasih karunia Allah.

Pilihan di tangan kita, apakah kita akan memilih menjadi provokator bagi orang lain ataukah kita menjadi motivator yang di manapun kita berada, kehadiran kita memberi semangat dan pengharapan yang baru bagi orang lain; pengharapan di dala Tuhan Yesus Kristus. Memotivasi orang untuk semakin tekun dan semakin indah di dalam Tuhan. Amin.

Pokok Doa :
1.    Berdoa untuk perdamaian dunia.
2.    Berdoa untuk pertumbuhan iman.

Pdt Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.