IMAN YANG TEGUH

  •  Anthon Karundeng
  •  

 

Daniel 3 : 1 - 18.

"Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu ya raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, da tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu".
Daniel 3 : 17-18

Barangkali kita pernah tahu ada orang yang gagal mempertahankan iman kepada Kristus, karena takut kehilangan seseorang yang dicintai, karena takut kehilangan jabatan, karena takut kehilangan pekerjaan, dll sebab. Mungkin kita mencibir ketika menemukan orang2 seperti itu. Tapi bagaimana bila persoalan yang sama diperhadapkan kepada kita ?. 
Akankah kita tetap berharap dan beriman hanya kepada-Nya, bahkan tetap setia kepada Tuhan sekalipun Dia tidak menolong? Atau kita memilih meninggalkan Tuhan untuk menyelamatkan diri?.

Bacaan kita bercerita bagaimana sikap Sadrakh, Mesakh dan Abednego menghadapi hukuman mati bila mereka tidak mau tunduk pada titah Nebukadnesar yang mewajibkan mereka menyembah patung. Menolak titah raja, dapur api sudah menanti. Mereka akan dibakar hidup2, mereka akan dilemparkan kedapur api yang menyala-nyala. Mereka tidak hanya kehilangan orang yang dicintai, jabatan atau pekerjaan, tapi juga nyawa.
Namun nas kita menyaksikan bagaimana sikap mereka.  "Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari tanganmu ya raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu"
Jawaban mereka tegas : mereka siap menanggu resiko apapun yang terjadi. Mereka tetap beriman teguh kepada Allah yang mereka sembah. Dengan berani mereka menyaksikan kesetiaan mereka kepadasatu2nya Allah yang benar.
Iman dan pengharapan Sadrakh,  Mesakh dan Abednego hanya pada Allah saja. Mereka lebih takut pada murka Allah daripada kemarahan manusia. Seandainya Allah tidak menolongpun, mereka tetap memilih taat kepada-Nya. Bagi mereka, tidak ada alasan untuk berpaling dari Allah sekalipun nyawa taruhannya. Dan nyatanya Allah tidak pernah membiarkan umat-Nya yang setia.

Tak jarang kita diperhadapkan pada situasi sulit. Bagaimana sikap dan jawaban kita atas tantangan yang demikian?. Adakah komitmen untuk tetap mempertahankan iman kepada Tuhan Yesus Kristus walau nyawa taruhannya ?.

Doa Pribadi :
- Berdoa untuk Proses Pemilu yg sdg berjalan.
- Berdoa untuk orang2 sakit, berduka, dan yg menghadapi persoalan2 yang berat.
- Berdoa untuk gereja dan pelayanannya.

Pdt. Em. Anthon Karundeng.