IMAN YANG MEMBUAT SUKACITA

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Bacaan: 1 Tesalonika 2:13-16

 

Seorang guru tentu akan bersukacita dan bangga ketika mendapati muridnya berhasil dan melakukan apa yang diajarkan olehnya. Bukankah demikian juga yang kita rasakan jika kita melihat seorang yang pernah kita nasehati kemudian berhasil karena apa yang kita telah sampaikan kepadanya? Pada hari ini kita akan melihat bagaimana sebuah rasa sukacita yang muncul bukan hanya karena keberhasilan sebuah pengajaran dan nasehat, melainkan lebih daripada itu, yaitu karena iman yang teguh kepada Tuhan.

Jemaat Tesalonika adalah jemaat yang masih sangat muda dalam hal kerohanian. Mereka belum banyak mendengar ajaran-ajaran atau doktrin-doktrin kekristenan yang diajarkan oleh Paulus ketika mengunjungi mereka. Terjadi sebuah perselisihan antara orang Kristen dan orang Yahudi yang akhirnya menyebabkan Paulus harus meninggalkan kota Tesalonika (Kis 17: 1-10). Sehingga akhirnya Paulus mengutus Timotius pergi ke Tesalonika untuk melihat keadaan jemaat di Tesalonika. Setelah Paulus mendapatkan kabar dari Timotius, barulah surat Tesalonika ini ditulis oleh Paulus.

Tekanan yang terjadi karena perselisihan antara orang Yahudi dan orang Kristen itu sangat besar sekali di Tesalonika. Orang-orang Yahudi menghasut dan menjelek-jelekan orang Kristen di sana. Orang Kristen di Tesalonika harus hidup dengan tekanan iman yang begitu berat. Tetapi menariknya bahkan dengan kondisi kerohanian yang masih muda itu, mereka dapat tetap teguh dalam iman mereka kepada Yesus Kristus.

Inilah yang menjadi sukacita Rasul Paulus. Jemaat Tesalonika menuruti nasehat Rasul Paulus. Jemaat Tesalonika melakukan apa yang diajarkan oleh rasul Paulus. Tetapi lebih daripada itu sukacita yang dirasakan oleh rasul Paulus bukan hanya karena jemaat Tesalonika menurutinya, melainkan jemaat Tesalonika menerima dan melakukan Firman Allah dengan setia (ay. 13). 

Apakah kita juga akan turut bersukacita ketika melihat seorang yang kemudian melakukan Firman Allah dalam hidupnya? Atau mungkin muncul sebuah penghakiman terhadap tindakan orang tersebut? Melakukan Firman bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi dilakukan dalam kondisi yang tidak nyaman. Tetapi jemaat Tesalonika telah membuktikan bahwa sekalipun mereka masih muda rohani dan berada dalam tekanan iman yang sangat kuat, mereka tetap bertahan dalam iman kepada Yesus Kristus bahkan menerima dan melakukan Firman Allah dengan setia.

Mari kita turut bersukacita karena iman orang lain yang melakukan Firman Allah dalam kehidupan mereka. Dan tentunya bukan hanya turut bersukacita, kiranya sukacita itu juga mendorong kita untuk terus melakukan Firman Allah dalam kehidupan kita. Sehingga nama Tuhan dimuliakan melalui iman kita.

Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan HUT Pemuda GKI Coyudan
3. Persiapan rangkaian natal
4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia

Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.