IBADAH YANG SEJATI

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan: Matius 2:1-5
=====================

Gema kegembiraan masih terdengar di mana-mana. Melalui perayaan dan perbincangan tentang Makna Natal, umat ​​senang dan gembira karena janji keselamatan dari Allah telah terbukti. Setiap orang beriman pasti merayakan kebahagiaan dalam hidupnya. Namun Firman Tuhan dalam bacaan hari ini menyampaikan bahwa ada dua kelompok manusia yang berbeda saat menyambut Sang Imanuel.

Pertama. Orang-orang Majus dari Timur. Mereka datang ke Yerusalem untuk mencari Dia Sang Penyelamat. Bintang di Timur adalah penuntun dalam kesungguhan mereka yang datang dengan hati yang bersih dan dengan rasa rindu untuk bertemu dengan Juru Selamat. Mereka sangat bersukacita karena mereka menemukan Dia dan mereka menyembah Dia.

Kedua. Raja Herodes. Ia dengan hati yang sarat kebencian, maka ia tidak melihat Bintang itu. Dia tidak mau pergi untuk menyembah Sang Raja Penyelamat. Dengan hati yang kotor dan penuh dengki, akhirnya ia marah karena tidak melihat Sang Raja Damai.

Sikap kebohongan kerap terlihat pada diri orang-orang Kristen di jaman ini, ketika mereka datang beribadah. Hati mereka penuh kebencian dan tidak tulus beribadah kepada Allah, maka ibadah merekapun menjadi hambar, dan mereka tidak mendapatkan sukacita. Berjumpa dengan Tuhan haruslah dengan tulus dan hati yang bersih agar pertemuan ibadah itu bermakna berkat. 

Bintang di Timur yang merupakan Terang Kemuliaan Tuhan menuntun orang yang bersih hatinya bertemu Kristus. Perjumpaan dengan Kristus akan membawa nikmat hidup bagi orang beriman yang benar-benar beribadah kepada Tuhan. Ibadah yang sejati menghasilkan pengalaman iman dan perjumpaan dengan Kristus. Sehingga manusia dituntun untuk hidup dalam keberkahan rahmat Tuhan. Dan dengan penuh sukacita mereka menjadi saksi untuk menyampaikan kepada banyak orang dalam lingkup kehidupan bahwa Yesus Kristus adalah Juru Selamat. Dan biarlah semua orang datang dan menyembah Dia.

Pokok Doa:
1. Pergumulan Jemaat.
2. Penatalayanan GKI Coyudan
3. Bangsa dan Negara.

Bp. Johanis Melsasail

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.