HIDUP YANG BERPUSAT PADA YESUS

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan: Yohanes 3:35-36

 

Yohanes 3:35-36 (TB)  Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.  
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Sesungguhnya, Yesus itulah Allah yang datang dalam wujud manusia. Allah yang turun dari sorga untuk mencari manusia yang berdosa, menebus dan menyelamatkannya bagi Allah. Bukankah itu merupakan fakta "anugerah" bagi manusia? Tetapi anehnya, masih ada saja sebagian orang yang tetap "menolak" penyataan Allah dalam Yesus Kristus. Itulah kekerasan hati manusia! Berbahagialah saudara dan saya yang sudah percaya dan menerima-Nya serta menaruh hidup pada-Nya.

Kekuasaan dunia berakhir dengan datangnya Yesus Kristus sebagai pusat Kerajaan Allah. Allah Bapa telah menyerahkan segala kuasa kepada Yesus Kristus sebagai PuteraNya. Dialah Sabda yang menjadi manusia. Maka segala sesuatu diserahkan kepadaNya sebagai pusat ciptaan, pusat sejarah yang sebelumnya kehilangan arah. Sebagai pusat maka Yesus Kristus telah menjadi jalan, kebenaran, dan kehidupan. 

Hidup kita sehari-hari diwarnai dengan aneka kesibukan karena pekerjaan yang sangat padat. Hampir tidak ada waktu lagi untuk memikirkan apa yang menjadi pusat hidup kita. Pandangan kita hanya terarah pada karier, profesi dan prestasi. Akibat kesibukan yang begitu padat menyebabkan hidup menjadi rutin dan otomatis seperti "mesin yang bergerak." Kita tidak tahu lagi yang mana dan di mana pusat hidup kita yang sebenarnya. Sabda Tuhan hari ini menyadarkan kita bahwa hidup kita hendaknya berpusat pada Yesus Kristus. Karena dengan itu, kita akan memiliki hidup yang kekal.

Pokok Doa:
1. Penatalayanan Gereja.
2. Pergumukan jemaay.
3. Pemerintah dan Bangsa Indonesia.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.