HIDUP YANG BERDAMPAK

  •  Maria Sampyuh
  •  


DANIEL 3:19-30

Berkatalah Nebukadnezar," Terpujilah Allah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hambaNya, yang mempercayakan diri kepada-Nya,serta melanggar titah raja, yang menyerahkan tubuh mereka karena mereka tidak mau memuja dan menyembah ilah manapun kecuali Allah mereka. Sebab itu, aku mengeluarkan perintah bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa manapun, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada ilah lain yang dapat melepaskan seperti itu" (Daniel 3:28-29). 

Perbuatan, lebih berdampak daripada sekedar kata-kata. Atau sebagian orang sering mengatakan, kesaksian yang paling efektif adalah dengan perbuatan, bukan hanya dengan kata-kata. 
Banyak orang bisa berbicara tentang hal- hal yang luar biasa baik, banyak orang bisa memotifasi orang lain dengan kata-kata yang indah, banyak orang bisa memiliki gagasan atau ide-ide yang bagus, tetapi tidak banyak orang menindaklanjuti dengan perbuatan nyata. Semua berhenti pada wacana, gagasan atau ide, dan topik pembicara yang menarik. Dan akibatnya, tak ada yang berubah, tak ada hasil. 

Hidup yang Berdampak. Hidup seperti yang bisa membawa dampak.bagi kehidupan orang lain? 
Hidup Sadrakh, Mesakh, dan Abednego membawa dampak yang luar biasa. Sikap iman yang diwujudkan dalam perbuatan, menjadi kesaksian bagi orang lain, dan membuat Nama Allah dimuliakan oleh orang lain, bangsa lain. 
Sekalipun mereka sedang berada pada pilihan yang sukar, menyangkut hidup dan mati, menyangkut nyawa mereka, tetapi mereka tetap memiliki kesetiaan, ketaatan dan keteguhan hati untuk mempertahankan dan memperjuangkan iman kepada Allah. Orang lain tentu akan berkata bahwa pilihan yang dihadapkan kepada mereka adalah pilihan yang sangat sukar, tetapi bagi mereka ternyata tidak sulit untuk menentukan pilihan. Kalau diminta untuk memilih taat kepada Allah atau kepada manusia, maka mudah untuk mereka memilih untuk taat kepada Allah. 
Kalau mereka harus memilih menyembah Allah atau memuja patung buatan tangan manusia, maka mereka mudah untuk memilih menyembah Allah. Pilihan itu tidak melemahkan mereka, ujian itu tidak membuat mereka gagal, tetapi membuat mereka naik level dan menjadi berkat bagi orang lain,berdampak untuk orang lain.

Allah tidak tinggal diam, tetapi bertindak untuk melepaskan mereka, Allah melindungi dan menaungi mereka sehingga tidak mati terbakar, Allah menyelamatkan mereka. 
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego hidup dalam iman kepada Allah meskipun sedang berada dimasa yang sulit dan masalah yang pelik. Mereka tetap mempercayakan diri kepada Allah dan tidak  beralih kepada ilah yang lain.  Mereka tetap setia, taat dan tekun untuk memperjuangkan imannya. 
Karena sikap iman yang demikianlah maka Nebukadnezar memuji Allah mereka, dan membuat peraturan bahwa tak ada yang  boleh menghina Allah mereka, jika ada yang melanggar, maka mereka akan dihukum. 

Bagaimana dengan kehidupan orang percaya saat ini? 
Saat berada di masa sukar, kemana berlari, kepada siapa mempercayakan diri, sikap hidup seperti apa yang ditunjukan? Orang percaya bukan hanya bisa berkata indah, tetapi harus melakukan tindakan yang indah juga. Orang percaya nggk cukup hanya berkata jangan takut, percayalah, namun dirinya sendiri takut,kuatir, bimbang pada saat hidup sedang berada dalam masa sukar. 
Bagaimana orang lain akan menyaksikan dahsyatnya Allah, jika anak-anakNya tidak bertahan dalam ujian, menyerah dan beralih setia? 
Kiranya Tuhan menolong kita untuk tetap setia dan taat kepadaNya, sehingga kehidupan berdampak untuk sesama dan memuliakan nama Allah. 

Pokok Doa: 
1. Penyusunan PAP 
2. Bangsa dan negara
3. Perdamaian dunia
4. Utk yang sakit, berduka dan dalam pergumulan yang lain 

Maria S