HIDUP SESUAI PANGGILAN

  •  Sujud Swastoko
  •  

”Sesungguhnya, Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu sebab aku dijadikan dengan dahsyat dan ajaib. Betapa ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”

(Mazmur 139:13-14)

 

Saat saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menjadi wartawan di sebuah surat kabar harian nasional yang bernafaskan kekristenan, banyak yang heran dan bertanya: mengapa saya menjadi wartawan? Keheranan tersebut cukup beralasan karena saya lulusan sarjana pertanian, bukan lulusan ilmu jurnalistik atau politik. Tetapi ternyata ilmu pertanian saya tetap berguna, karena di awal karir, liputan saya adalah bidang  pertanian, kelautan, transmigrasi, dan kehutanan sehingga sering keluar masuk hutan.

Saya sendiri sebenarnya juga heran mengapa sampai akhirnya terjun dalam dunia jurnalistik. Namun, setelah merenungkan kembali perjalanan hidup selama ini, memang Tuhan telah membentuk saya secara ajaib dan luar biasa. Allah menempa saya untuk menjadi pewarta Injil melalui berbagai liputan yang saya lakukan, dan saya menikmati perjalanan hidup tersebut. Dan kini, saya juga menikmati saat Allah memanggil untuk menjadi pewarta Injil melalui khotbah dan pelayanan jemaat. Saya meyakini bahwa semua itu Allah yang telah mengaturnya.

Pada saat kita hidup mengikuti panggilan dari Allah, maka sebenarnya segalanya Tuhan yang akan mengatur. Dia mengijinkan kita berjalan dalam kerikil dan bebatuan yang tajam dengan berbagai persoalan hidup, untuk menempa iman kita. Apakah kita tetap setia dan taat kepada-Nya, atau kita melarikan diri dari panggilan untuk mencari kenikmatan duniawi yang menggiurkan, tetapi jalannya menuju maut.

Harus disadari bahwa sesungguhnya semua orang memiliki panggilan dalam hidupnya. Seperti Samuel (1 Samuel 3:1-10), dia dipanggil Tuhan untuk melayani waktu usianya masih sangat muda. Allah mempersiapkannya menjadi seorang nabi yang mengurapi Saul dan Daud menjadi raja Israel. Dalam Injil Yohanes 1:43-51, kita juga melihat Filipus dan Natanael (Bartolomeus) dipanggil untuk mengikut Tuhan Yesus, dan akhirnya mereka dipilih menjadi rasul-Nya.

Demikian pula dengan kita. Kita dipanggil Tuhan untuk melakukan pekerjaan baik seperti yang dikehendaki-Nya, yaitu menjadi saksi Kristus melalui profesi kita masing-masing. Kalau kita telah menyatakan mengikut Kristus, maka setiap pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan juga harus sesuai dengan kehendak Allah, seperti firman Tuhan di dalam Alkitab. Dalam melaksanakan panggilan tersebut, bukannya tanpa halangan. Karena dalam realitasnya kita akan berhadapan dengan persoalan-persoalan yang bisa menggoncangkan iman kita. Tetapi dengan pertolongan Roh Kudus, kita percaya akan mampu memenuhi panggilan Allah tersebut dengan baik. Tuhan akan selalu menyertai dan menolong kita. Amin.

 

(Pnt. Sujud Swastoko)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.