HIDUP SEBAGAI TERANG

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Jumat, 3 Januari 2025


Hidup Sebagai Terang

Lukas 8:16-18


”Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau meletakkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia meletakkannya di atas kaki pelita, supaya orang yang masuk rumah, dapat melihat cahayanya” (ay.16)


Seorang remaja memiliki kerinduan untuk bisa menjadi konselor penginjilan. Oleh karena itu dia mengikuti mulai training konselor khusus untuk penginjilan. Dia belajar firman Tuhan dengan tekun, menghafal ayat-ayat kunci dalam penginjilan, berlatih dalam kelompok training sehingga dia mahir untuk menceritakan tentang Yesus Kristus sebagai Jurusselamat dalam kelompok tersebut.


Namun, yang mengherankan saat beberapa bulan setelah selesai training, pembimbingnya bertanya kepadanya: Dia sudah menceritakan tentang Yesus Kristus kepada berapa orang? Berapa orang yang sudah dibimbingnya? Remaja itu menggelengkan kepala dan menjawab, “Belum satu pun.” Ternyata ia takut untuk bersaksi tentang Kristus.


Banyak orang yang sudah diberikan anugerah keselamatan dalam Yesus, memiliki kehidupan pribadi yang baik, rajin bersaat teduh dan berdoa, tetapi takut saat menyatakan kebenaran di hadapan orang lain. Dia seperti pelita yang memiliki cukup banyak minyak untuk menyala, tetapi pelita itu disembunyikan di bawah tempat tidur.


Bacaan firman Tuhan hari ini merupakan pengajaran Tuhan Yesus melalui perumpamaan tentang pelita. Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya, tetapi pelita itu akan diletakkan di atas kaki pelita. Demikian pula murid Kristus yang menjadi pelita, harus menunjukkan terangnya sehingga bisa menuntun banyak orang. Terang itu juga akan menerangi hal-hal yang tersembunyi.


Sebagai pelita Kristus, kita juga harus menunjukkan terang itu dalam kehidupan kita sehingga bisa menuntun orang-orang yang hidup dalam kegelapan. Yesus adalah Terang sejati, dan kita yang percaya kepada Kristus memiliki terang itu dalam hidup kita. Oleh karena itu, kita harus hidup sebagai terang yang berfungsi dengan baik. Hidup dalam kejujuran dan berani menyatakan kebenaran, hidup yang menerangi setiap hati yang tersesat dan yang hidup dalam kegelapan. 


Hidup sebagai terang dimulai dari kehidupan yang senantiasa tunduk dan taat firman Tuhan, memiliki kehidupan pribadi yang bisa menjadi teladan, semakin serupa Kristus. Selain itu juga bersedia berbagi, menolong orang lain, peduli dan mau mendengar orang lain yang memiliki beban atau persoalan, memberitakan kebenaran firman Tuhan, dan memperkenalkan Yesus Kristus, Sang Firman sebagai Juruselamat bagi orang berdosa.


Memang banyak terpaan hidup yang kadang membuat terang kita redup, tetapi saat hati kita penuh dengan Terang Kristus, senantiasa menghadirkan Tuhan dalam hidup kita, maka Roh Kudus akan membimbing dan memberikan kekuatan bagi kita sehingga kita bisa hidup sebagai terang yang menjadi berkat bagi sesama dan alam ini. 


Kiranya Tuhan menyertai dan memberkati kita, Roh Kudus terus menolong kita untuk menjadi terang bagi sesama kita.


Pokok Doa

1. Peneguhan Penatua baru hari Minggu (5/1).

2. Ketersediaan lahan parkir permanen GKI Coyudan.

3. Pelayanan misi (Kespel, PPA Berea, Yakkum, Widya Wacana, LAI).


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.