HIDUP SEBAGAI KELUARGA ALLAH
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 11 Februari 2025
Bacaan: 1 Timotius 3:14-16
Hidup sebagai Keluarga Allah
Keluarga tentu terdiri dari kepala, dan anggota-anggota keluarga. Biasanya suami, atau bapak akan menjadi kepala keluarganya, sedangkan yang lain adalah anggota-anggota-Nya. Lalu apakah maksud dari keluarga Allah? Siapakah yang menjadi kepala keluarganya?
Paulus dalam suratnya kepada Timotius selalu memberikan kekuatan dan dorongan kepada Timotius untuk dapat berjuang dalam menjalankan tugas pelayanannya. Jemaat yang dilayani Timotius pada waktu itu sedang mengalami guncangan iman karena adanya ajaran-ajaran sesat yang tersebar. Ajaran sesat itu menyangkali keilahian Yesus, sehingga mereka percaya bahwa Yesus itu hanyalah manusia biasa. Maka dari itu Paulus terus memberi semangat agar Timotius dapat membantah ajaran-ajaran sesat tersebut dan membuat jemaat dapat sungguh-sungguh mengenal siapa Yesus.
Selain itu Rasul Paulus juga melihat adanya persoalan tentang jemaat-jemaat yang ingin terlibat melayani sebagai penilik jemaat dan diaken. Maka dari itu, rasul Paulus memberikan beberapa kriteria yang baik bagi jemaat yang ingin terlibat melayani dibidang tersebut. Jadi dalam hal ini kita dapat melihat bahwa sekalipun jemaat sedang menghadapi ajaran sesat, namun masih ada jemaat yang rindu untuk terlibat di dalam pelayanan. Meskipun demikian Paulus memberikan kriteria-kriteria tersebut dengan maksud agar tidak sembarang orang menjadi penilik jemaat dan diaken. Mereka haruslah juga sadar untuk hidup sebagai keluarga Allah (ay. 15).
Untuk menjadi keluarga Allah tentu kita harus menjadikan Allah sebagai kepala keluarganya. Ia harus menjadi pemimpin dalam keluarga itu. Bukan hanya itu saja, tetapi juga bahwa anggota-anggota keluarga tentu harus sungguh-sungguh mengenali sang Kepala Keluarga tersebut. Dia adalah Allah yang hidup dan menjadi tiang penopang serta dasar kebenaran (ay. 15). Selain itu Paulus juga memberikan sebuah rahasia Ilahi yang tentunya menolong jemaat agar tidak terguncangkan oleh ajaran-ajaran sesat tadi. Ia berkata bahwa benar Yesus adalah manusia, tetapi Ia juga telah dibenarkan dalam Roh, diberitakan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dipercaya dalam dunia dan dimuliakan (ay. 16).
Yesus adalah manusia dan juga Allah sejati. Ia adalah sang Kepala Keluarga dalam keluarga Allah. Dan sebagai orang percaya, kita adalah anggota keluarga Allah. Mari terus berjalan sebagai keluarga Allah, yang terus mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, serta menjadikan Ia sebagai Kepala Keluarga yang memimpin kehidupan kita. Tuhan menolong setiap kita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Renovasi Mimbar dan beberapa ruangan GKI Coyudan
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen