HIDUP MENGANDALKAN TUHAN
Yesaya 22 : 8 - 14.
Sedang viral seorang ibu berteriak-teriak memanggil Nama Tuhan Yesus memohon pertolongan karena rumah tetangga disebelah rumahnya sedang kebakaran hebat yang sudah menghanguskan beberapa rumah. Dan ternyata rumah ibu tsb pada akhirnya tidak terbakar. Banyak orang yang kagum denga sikap ibu itu. Yang lain sibuk mengeluarkan barang2 dari dalam rumah masing2, ibu itu khusuk berdoa, berteriak-teriak meminta pertolongan dan memanggil Nama Tuhan Yesus.
Barangkali kita pernah mengalami suatu peristiwa buruk, dan dalam situasi demikian, biasanya kita akan mencari orang2 terdekat untuk bersandar. Tuhan Allah tidak menjadi yang pertama dan utama sebagai tempat kita bersandar dan meminta pertolongan.
Di bacaan kita hari ini, kita membaca bahwa para pemimpin bangsa mencoba memperbaiki tembok kota dengan kekuatannya sendiri. Mereka mulai menambah cadangan air dan mengumpulkan senjata untuk melawan musuh (9-10). Namun apa yang mereka kerjakan sia-sia. Sebab, mereka memilih untuk bergantung pada bangsa tetangga untuk menolong mereka dari serangan musuh, katimbang bersandar dan memohon pertolongan dari Tuhan. Sehingga pada akhirnya, Yerusalem pun hancur dan mereka mengalai penderitaan.
Sikap seperti orang Israel seringkali menjadi sikap kita ketika kita menghadapi masalah. Kita lebih memilih mengandalkan kepandaian, kekuatan bahkan orang lain yang dapat menolong kita. Memang semua itu bisa membantu. Tetapi kita jangan lupa bahwa Allah jauh lebih berkuasa dari pada siapapun. Hikmat-Nya jauh lebih tinggi dari pada hikmat siapapun.
Kepada Allah sajalah kita harus memohon pimpinan, pertolongan dan penyertaan. Bila ada orang lain yang menolong, kita terima sebagai bagian yang digerakkan Tuhan untuk menolong kita. Sikap seperti itu yang perlu kita kembangkan. Sebab tanpa itu, kita tidak mampu menghadapi masalah dengan benar. Kita harus yakin bahwa bersama Tuhan ada pertolongan, jalan keluar dan pengharapan. Hanya Dia-lah andalan kita.
Doa Pribadi :
- Berdoa untuk perdamaian dunia. Perang di Timur Tengah, di Ukraina.
- Berdoa untuk gereja dan pelayanannya. Berdoa juga untuk bulan keluarga.
Pdt. Em. Anthon Karundeng.