HIDUP KAYA= PUAS DENGAN APA YG ADA SEKARANG
Pengkhotbah 6:9b (BIMK)
"... Lebih baik kita puas dengan apa yang ada pada kita daripada selalu menginginkan lebih banyak lagi."
Hidup masa kini dengan segala fasilitas dan kemudahannya, membuat manusia tidak pernah merasa cukup. Mengapa? Karena selalu ada keinginan untuk mendapat yang "lebih" dari pada orang lain. Itulah yang disebut budaya membandingkan. Budaya membuat orang berlomba-lomba untuk lebih suksek,kaya, beruntung,terkenal,populer dan lain sebagainya. Di satu sisi hal ini memang memacu daya juang manusia tetapi disisi lain manusia menjadi semakin kerdil dalam menjalani hidup mereka. Kekerdilan itu tampak dalam hidup yang tak pernah merasa cukup dan susah bersyukur atas apa yang ia punyai hari ini. Kesehatan, keluarga, kesempatan hidup, nafas, kedipan mata, detak jantung, aliran darah dan semua hal yang sebenarnya menjadi alasan manusia untuk bisa mengucap syukur. Itulah yang dikatakan dalam pengkhotbah hari ini. Hidup yang merasakan kepuasan sejati adalah menikmati segala hal yang ada saat ini. Pengkhotbah mengatakan bahwa itulah kepuasan sejati manusia. Bukan selalu mengejar apa yang nanti mau dicapai tetapi menikmati hari ini. Menikmati nafas, kesempatan hidup, senyuman orang asing,kehadiran keluarga, segarnya tegukan air putih di tenggorokan bahkan hangatnya teh kesukaan di pagi hari. Semua yang ada hari ini adalah kekayaan hidup kita yang sungguh amat harus kita syukuri. Selamat terus merasakan kepuasan hidup setiap hari melalui ungkapan syukur atas segala hal yg kita punya hari ini.
Doa pagi:
Tuhan, berilah aku kesadaran, kepekaan dan kemauan untuk menikmati serta bersyukur atas apa yang telah kupunya hari ini. Amin.
Pdt Keshia H.S