HIDUP DALAM TERANG
Bacaan: 1 Yohanes 1:5-9
======================
Inilah berita yang telah kami dengar dari Dia dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan (ay.5)
Hari Natal sudah kita rayakan selama dua hari ini. Cerita tentang Kristus yang tidur di palungan sudah lewat, begitupun cerita kehidupan kita mesti beranjak ke tahap berikutnya. Ketika keramaian Natal usai maka kita kembali menatap hidup dengan berbagai tugas yang ada. Natal harus memberi kita energi baru, bukan sebaliknya, seolah tidak ada lagi yang tersisa. Sebab itu tidak pantas bila sehabis Natal orang menjadi malas bekerja, atau sehabis Natal orang tidak lagi mau beribadah
Allah dilukiskan sebagai Terang yang nampak pada teladan yang diperdengarkan dalam setiap ucapan dan diperlihatkan melalui tiap tindakan Yesus Kristus. Dalam setiap perkataan dan perbuatan Yesus, manusia dapat melihat bagaimana TUHAN Allah bekerja untuk "menghidupkan" manusia melalui pengorbanan- Nya di salib. Di bukit itu, Yesus Kristus mendamaikan manusia serta menjembatani jalan menuju Allah, Sumber Hidup Kekal. Tujuan kedatangan-Nya adalah untuk mengampuni dosa manusia. Dengannya, kita harus saling mengasihi dan mengampuni. Jadi, jika seseorang menyebut dirinya Kristen, ia harus rela dan tulus memberi pengampunan. Jika tidak, sia-sialah pengakuan dan statusnya selaku anak Allah.
Yohanes mengajarkan, sama seperti TUHAN Allah telah mengampuni dosa, maka kita pun wajib mengampuni dengan ikhlas. Hanya dengan jalan demikian kita dapat membangun persekutuan yang penuh damai sejahtera. Jika tiap-tiap orang membenci sesamanya, kebencian itu akan mendorongnya untuk membalas sakit hatinya. Dan jika setiap orang saling membalas dendam, maka itu menggambarkan bahwa kita masih hidup dalam kegelapan. Ujung-ujungnya kita tidak memperoleh damai sejahtera. Oleh karena itu, kejarlah kasih dan kebaikan, serta tunjukkanlah keadilan Allah kepada semua orang, supaya ada damai sejahtera dalam kehidupan bersama. Tuhan Memberkati kita. Amin.
Pokok Doa:
1. Penatalayanan GKI Coyudan.
2. Semua pergumulan jemaat.
3. Kerukunan antar umat beragama di masa Pemilu.
Bpk. Johanis Melsasail