HIDUP CUKUP 

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  


Amsal 30:7-8 (BIMK)  "Ya Allah, aku mohon sebelum aku mati, berikanlah kepadaku dua hal ini. jangan sampai aku mengucapkan kata-kata curang dan dusta, dan jangan biarkan aku miskin atau kaya. Berikanlah kepadaku hanya apa yang kuperlukan.

Manusia pada dasarnya ingin hidup diatas dari sekedar cukup. Mungkin memang tak semua orang mempunya keinginan ini. Namun setidaknya kecenderungan dan naluri manusia adalah mengumpulkan lebih banyak dari apa yang ia butuhkan. Apalagi salah  prinsip hidup yang terkenal "dengan usaha sekecil-kecilnya akan mendapat untung sebesar-besarnya". Jika dicermati prinsip ini tidak bisa ditelan mentah-mentah begitu saja tanpa adanya pemikiran yang kritis. Ditambah hidup serba konsumtif sangat menjangkiti hidup manusia modern hari ini. 
Oleh karena itu doa dan permohonan penulis kitab Amsal sangat kontekstual dan sangat relevan bagi kehidupan masa kini. Ia berdoa dengan begitu jujur dan realistis. Ia memohon pada Tuhan agar ia tidak menjadi kaya atau miskin. Artinya ia memohon agar ia hidup cukup. Ia tau dengan jelas bahwa kecenderungan manusia menjadi kaya akan membuat manusia menjadi lupa pada Tuhan. Jika ia menjadi miskin maka ia punya kecenderungan untuk melakukan kejahatan demi mencukupkan dirinya (ayat 9). Yang paling penting baginya adalah kiranya Allah memberinya hidup cukup. Hidup cukup disini bukan hanya dalam arti cukup secara materi tetapi yg lebih penting adalah CARA PANDANG. Cara pandang yang cukup akan membuat manusia mampu menjaga dirinya dari apa yang berlebihan dan tidak jatuh dalam hidup serba kekurangan. Rasa cukup selalu dimulai dari rasa syukur. Dengan rasa syukur inilah, cara pandang kita akan mampu mengalami bahwa hari ini cukup. Semua yang penting sudah ada dan semua yang tak penting tak apa jika tak ada. Rasa cukup membuat kita dapat dengan jeli memilih apa yang terpenting di hidup ini dan apa yang tidak. Rasa syukur akan menolong kita menikmati kecukupan itu dengan sepenuh hati. 
Sudahkah merasa cukup atas hari ini dan bersyukur atas apa yang ada di depan mata kita? 

Doa pagi: 
"Kiranya aku sungguh dimampukan untuk selalu memohon padaMu rasa cukup yang membuatku selalu bersyukur padaMu ya Allah Semesta Alam. Amin"

Pdt Keshia Hestikahayu S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.