HIDUP BIJAKSANA, SELAGI ADA WAKTU
Daniel 12:1-13
”Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.” (ay.10)
Renungan hari ini mengingatkan bahwa akan ada masanya orang yang berbuat jahat tidak lagi bisa bertobat karena hati mereka sudah penuh dengan kejahatan dan tidak lagi bisa memahami kasih karunia dari Allah. Mereka, yang juga disebut orang fasik, hidup dalam keinginan mereka sendiri dan terus melakukan kejahatan di muka bumi ini.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fasik diartikan tidak peduli terhadap perintah Tuhan, yang artinya dia termasuk orang yang buruk kelakuannya, jahat, dan berdosa besar. Dia bisa saja percaya kepada Tuhan, tetapi tidak melakukan perintah-Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa.
Orang fasik ini akan mengalami kesusahan pada saat Tuhan melakukan penyucian, pemurnian, dan ujian bagi semua orang, karena orang fasik tidak bisa lagi bertahan karena mereka tidak memahami kebenaran firman Tuhan. Yang ada hanya kebenaran menurut pemikiran mereka sendiri.
Firman Tuhan menyebutkan, ”dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.” Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus akan mendapat pendampingan dari pemimpin para malaikat, yaitu Mikhael, sehingga mereka bisa bertahan.
Disebutkan pula bahwa banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian mendapatkan hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian kekal. Orang-orang yang hidupnya bijaksana, yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran, akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
Hal itu menjadi gambaran bagi kita bahwa akan ada kebangkitan orang mati (kebangkitan tubuh), seperti pengakuan iman yang kita ikrarkan saat ibadah Minggu, dan saat penghakiman maka orang benar akan hidup dalam kekekalan, tetapi mereka yang hidup dalam dosa tidak bertobat akan mengalami kengerian kekal.
Oleh karena itu, apabila saat ini sebagai orang Kristen kita diperhadapkan pada persoalan-persoalan yang berat, itulah sebuah ujian bagi kita untuk tetap hidup dalam kebenaran Kristus. Hidup dalam iman dan pengharapan Kristus. Kesulitan-kesulitan yang dialami orang-orang Kristen karena keyakinan imannya kepada Kristus, akan menjadikan mereka semakin dimurnikan dan disucikan hidupnya oleh Kristus, Sang Firman yang hidup.
Mari kita hidup dengan bijaksana, tetap mengabarkan kasih, menuntun orang untuk hidup dalam kebenaran Kristus sehingga semakin banyak orang yang diselamatkan. Roh Kudus akan menolong kita. Amin.
Pokok Doa
1. Pelaksanaan Bulan Anak
2. Persidangan Majelis Jemaat (PMJ) nanti malam.
3. Persiapan ulang tahun ke-75 GKI Coyudan.
Sujud Swastoko