HIDUP BERPUSAT PADA ALLAH
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN SOLO
Selasa, 8 Oktober 2024
YOSUA 24:31
HIDUP BERPUSAT PADA ALLAH
Pesan terakhir ... Ngeri ... ! Karena biasanya pesan terakhir itu hubungannya tentang seseorang yang hampir meninggal dunia … dan biasanya pesan itu akan sangat melekat dan diingat-ingat oleh keluarga atau orang yang dititipi pesan !
Demikian halnya Yosua sebelum meninggal, dia mengumpulkan para tua-tua Israel bersama seluruh umat Tuhan untuk menanyakan kepada mereka ”kepada siapa mereka akan beribadah ?!”. Tentu saja Yosua berusaha membangun komitmen, lebih tepatnya menantang iman seluruh bangsa Israel untuk tetap setia pada Tuhan Allah yang membawa mereka masuk ke negeri perjanjian; Ataukah mereka akan menyembah allah lain yang ada di sekitar mereka ?!
Yosua mengingatkan bagaimana janji-janji Tuhan kepada nenek moyang mereka sudah ditepati, pertolongan demi pertolongan Tuhan sudah membawa mereka sampai ke tanah yang Tuhan janjikan. Dan dari semua bukti kasih setia Tuhan itu, Yosua merespon dengan komitmen untuk hidup setia kepada Tuhan Allah Israel dan menantang seluruh umat Israel untuk memilih kepada siapa mereka mau beribadah ?!
Yosua dan bangsa Israel dapat mempertahankan iman mereka dan membuat mereka tetap bersatu; baik sebagai sebuah bangsa, negara maupun sebagai kesatuan umat untuk waktu yang lama. Itu semua terjadi karena mereka hidup dalam iman yang berpusat pada Allah ! Allah yang sudah menuntun mereka secara nyata dari masa ke masa, dari satu tempat ke tempat yang lain, di manapun dan kapanpun mereka melihat penyertaan kasih dan kuasa Tuhan.
Nah di bulan keluarga ini kita diajak juga untuk menguji iman kita ... kepada siapakah kita akan beribadah ?! Kepada Tuhan Allah Israel yang kita kenal juga dalam Tuhan Yesus Kristus ataukah kepada ilah-ilah lain ?! Yang menjadi persoalan di sini, seringkali kita tidak melihat bahwa Tuhan sudah berbuat begitu banyak dalam hidup kita, tidak seperti Yosua dan bangsa Israel pada masa Yosua melihat perjalanan penyertaan Tuhan dari Abraham sampai ke Tanah Perjanjian.
Kebanyakan orang Kristen tanpa sadar menganggap semua kisah dalam Alkitab hanya sebagai cerita dan kisah masa lalu yang antara ”percaya” dan ”tidak percaya” bahwa peristiwa itu terjadi atau tidak ?! Dan tidak sedikit orang Kristen yang melihat hal baik terjadi dalam hidupnya hanya sebagai ”kebetulan” dan ”hasil usahanya” sendiri. Padahal sebagai orang beriman, tidak ada hal ”kebetulan” baik yang terjadi tanpa campur tangan Tuhan !
Belajarlah seperti bangsa Israel di bawah kepemimpinan Yosua, hidup sebagai keluarga yang mengarahkan hati dan pandangannya berpusat pada Tuhan Allah. Seperti Yosua yang menceritakan ulang perjalanan iman bangsa Israel bersama Tuhan, demikian setiap kita perlu untuk menceritakan perjalanan iman keluarga kita bersama dengan Tuhan ... bukan cerita tentang kesombongan diri kita; jasa saya terhadap keluarga, tetapi ceritakan bagaimana PENYERTAAN Allah dalam hidup kita.
Sebab ketika kita memberitakan diri kita yang baik dan saleh, orang melihat kesombongan ! Ketika kita memberitakan kehebatan dan kegagahan kita dalam menghadapi pergumulan hidup, orang hanya melihat keangkuhan ! Tetapi ketika kita melihat pada Kristus dan menyampaikan kebesaran kasih-Nya, kehebatan kuasa-Nya, dan penyertaan-Nya yang menuntun kita pada keselamatan, maka orang akan melihat kebenaran Allah, dan biarlah Roh Kudus menuntun hati mereka untuk percaya. Amin.
Pokok Doa :
1. Pelaksanaan Bulan Keluarga
2. Persiapan Adven Natal
3. Sakit dan lanjut usia
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi