HATIKU, KENISAH TUHANKU

  •  Johanis Melsasail
  •  

Roma 9:22-29

Hati kita adalah kenisah(bait suci) Allah. Di dalamnya, bersemayam cinta Tuhan yang tak pernah berkesudahan. Hati kita adalah simbol kehadiran Tuhan yang paling nyata. Jika demikian, hidangan apakah yang selama ini kita sajikan dari dalam hati kita? Apakah kesabaran, belas kasih dan kebajikan atau sebaliknya, amarah, kebencian dan iri hati? Firman Tuhan saat ini menyatakan bahwa kemuliaan Allah dinyatakan melalui kesabaran dan belas kasih-Nya (ay.22-23). Bahkan tidak hanya itu, sabda-Nya menyapa dengan cinta kasih yang besar, "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih" (ay.25). Insan bernoda yang tak layak justru disapa sebagai kekasih hati Allah, mereka disebut "anak- anak Allah yang hidup" (ay. 26). 

Bagaimana dengan hati kita saat ini? Adakah kegetiran dan kepahitan hidup menghancurkan bait Allah di hati kita. Apakah kesombongan dan keegoisan kita telah mengusir kehadiran Allah yang bersemayam di dalam hati kita? Jangan biarkan kejahatan terus terjadi, lahirkanlah kebaikan dan pancarkanlah terang kasih yang bernyala. Dunia ini tidak hanya dilanda krisis ekonomi, krisis air dan krisis yang lain-lain melainkan juga krisis cinta kasih. Ada satu kalimat bijak berbunyi "Kita memiliki banyak masalah itu bukan karena semata orang jahat banyak, tapi juga karena orang-orang baik yang ada hanya diam dan mendiamkan kejahatan terjadi."

Saudaraku, beberapa pertanyaan untuk kita renungkan saat ini adalah: 

  1. Sudahkah hati kita menjadi rumah bagi cinta Tuhan yang memancarkan kebaikan sejati? Lalu siapa sebenarnya yang menjadi "kekasih" dalam kehidupan kita? 
  2. Bagaimana dengan mereka yang menyebalkan? Mampukah kita tetap mengasihi dan mengingat mereka dalam doa setiap hari? 

Saudaraku, dengan kasih yang bernyala, hati kita akan tetap mempesona bagi sesama, karena bait suci Tuhan ada di dalamnya. Hati yang murni akan melahirkan damai yang mengantar kita dalam kehidupan. Damai yang sama juga akan mengantar kita memasuki tiap langkah kita di sepanjang bulan Juni ini, dalam keyakinan bahwa, hari ini pasti akan lebih baik dari hari kemarin, karena cinta Tuhan selalu bertahta dalam hati. Selamat beraktifitas, Tuhan menyertai kita.


Doa

====

Ya Tuhan, hati kami telah Kau miliki. Kiranya hati kami selalu mempesona karena Engkau bertakhta di dalamnya. Isilah dengan cinta kasih yang sejati, sebagai bejana hidup yang terus mengalirkan kesejukan dan kesegaran yang daripada.Mu...Amin.


Johanis Melsasail

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.