HATI YANG TEBUKA DAN SIAP DIPERBAHARUI OLEH TUHAN
renungan warta jemaat 26 januari 2025 HATI YANG TEBUKA DAN SIAP DIPERBAHARUI OLEH TUHAN Kisah Para Rasul 16: 13 - 15
Pernahkah punya pintu kayu tua di rumah yang sangat jarang dibuka? Atau mungkin pernah mengamati pintu kayu tua di tempat lain yang sangat jarang dibuka? Coba kita bayangkan pintu itu. Pintu yang sangat jarang dibuka bisa jadi karena telah lama terlupakan, sudah tidak terpakai lagi sehingga hanya berdiri saja di tempatnya. Karena lama tidak digunakan, pintu itu berkarat pada engselnya, beberapa bagian kayunya mungkin rapuh, ketika mau dibuka pintunya jadi terasa sulit dan bahkan macet. Namun, berbeda halnya bila sang pemilik rumah memutuskan untuk memperbaikinya: dengan membersihkan karat, melumasi engsel dengan minyak, dan memperbaiki bagian yang rusak. Setelah diperbaiki, pintu kayu tua itu bisa dibuka kembali dengan mudah dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Pintu yang sebelumnya tertutup dan rusak, kini terbuka lebar dan siap untuk digunakan.
Sama seperti pintu kayu itu, hati kita juga terkadang menjadi tertutup atau mudah terlupakan. Kehidupan, luka, dan dosa bisa membuat hati kita keras dan tidak mudah dibuka. Namun, ketika kita membiarkan Tuhan bekerja di hati kita, Dia akan memperbarui dan memulihkannya, sehingga hati kita kembali terbuka untuk menerima kebenaran dan rencana-Nya.
Dalam Kis. 16: 13-15, Lidia menjadi contoh nyata dari hati yang mau dibuka dan diperbarui oleh Tuhan. Ia beribadah kepada Tuhan, tetapi hatinya belum sepenuhnya terbuka untuk menerima Injil. Melalui pelayanan Paulus, Tuhan "membersihkan" dan "melumasi" hatinya. Lidia tidak hanya mendengarkan Firman Tuhan, tetapi hatinya yang terbuka memungkinkan Tuhan untuk mengubah dan memperbarui hidupnya. Pembaruan itu tampak nyata ketika dia memutuskan untuk dibaptis bersama seluruh keluarganya dan menunjukkan imannya melalui tindakan kasih dengan mengundang Paulus dan rekan-rekannya ke rumahnya. Kisah Lidia mengajarkan kita bahwa Tuhan tidak hanya menginginkan kita untuk mendengar, tetapi juga membuka hati kita bagi karya-Nya yang menyelamatkan dan mengubahkan. Tuhan tidak hanya ingin memberi kita pengetahuan, tetapi Dia ingin mengubah hati kita, membebaskan kita dari dosa, dan memperbarui hidup kita agar makin serupa dengan Kristus.
Maka, seperti pintu tua yang diperbaiki, kita perlu membuka hati kita, membiarkan Tuhan bekerja di hati kita melalui Firman-Nya. Jika sampai saat ini ada bagian dalam hidup kita yang terasa tertutup atau sulit untuk diubah, kita perlu datang kepada-Nya dengan kerendahan hati, menyerahkan segala keberadaan diri kita kepada-Nya. Biarkan Tuhan memperbarui dan memulihkan kita, mengubah hati kita menjadi lebih terbuka untuk menerima rencana-Nya yang penuh kasih, sehingga siap menjadi kawan sekerja Tuhan bagi kemuliaan-Nya. (Sdri. Rizki Listya Survinda, S.Fil.)