HARAM DAN HALAL

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Kisah Para Rasul 10:9-16

Indonesia disebut sebagai negara hukum. Sebab Indonesia menerapkan sistem hukum atau aturan-aturan yang berlaku bagi warga negaranya dan juga para pendatang. Sehingga dengan demikian setiap warga negara Indonesia atau para pendatang yang datang ke Indonesia perlu mengikuti setiap aturan-aturan yang berlaku di Indonesia. Belum lagi Indonesia memiliki beragam suku dan budaya sehinga di berbagai tempat memiliki aturan budaya dan tradisi masing-masing. Lalu apakah semua dapat dianggap benar? Atau hanya berlaku di daerah masing-masing saja? Atau adakah yang lebih berkuasa untuk menentukan kebenaran atas tradisi dan aturan-aturan yang berlaku tersebut?

Dalam ayat sebelumnya dituliskan hidup seorang Yunani bernama Kornelius. Ia adalah seorang yang mencintai Tuhan. Lalu kemudian ia mendapatkan sebuah penglihatan dan perintah dari Tuhan untuk menjemput Simon Petrus. Lalu ia pun menyuruh tiga orang suruhannya untuk menjemput Simon Petrus.

Di sisi yang lain, Simon Petrus seorang Yahudi yang begitu taat, tentu sangat menjaga tradisi-tradisi orang Yahudi. Sehingga apapun yang terjadi tradisi itu tidak boleh dilanggar. Demikian juga perihal makanan yang halal dan haram. Jelas sekali dalam kitab Imamat, Hukum Taurat menyatakan dan menjelaskan tentang makanan apa yang diperbolehkan dan tidak perbolehkan untuk dikonsumsi. Sehingga dengan memegang teguh Hukum Taurat dan tradisi itu, Petrus pun menolak melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Waktu itu Petrus mendapatkan penglihatan tentang hewan-hewan yang haram, lalu kemudian Tuhan memerintahkan dia untuk memakannya (ay. 13)

Yang perlu menjadi perhatian di sini adalah apa yang menjadi respon Tuhan ketika Petrus menolak perintah-Nya. Tuhan berkata "apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram (ay. 15)."  Apakah Tuhan memang memaksakan kehendak-Nya kepada Petrus? Atau apakah ini sebuah ketidakkonsistenan Tuhan?

Kita perlu sepakat bahwa Tuhan adalah sosok yang paling berkuasa bahkan atas hidup kita. Dengan demikian kita yang hanya manusia biasa ini tentu tidak seharusnya melawan dan membantah perintah-Nya. Selain itu, Tuhan juga bukan Tuhan yang plin-plan. Ia bukan Tuhan yang tidak konsisten yang memberikan perintah lalu segera melanggar atau melupakannya. Dalam kitab Imamat Tuhan sedang berusaha mengatur umat-Nya agar tidak hidup sembarang. Maka dari itu muncullah aturan-aturan bagi umat-Nya pada waktu itu. Tetapi dalam kitab Imamat sendiri yang menjadi fokus bukanlah aturan-aturan tersebut, melainkan Tuhan yang kudus, sehingga umat-Nya pun dituntut untuk hidup kudus (Im 11:44-45; 19:2). Lebih lagi kedatangan Yesus bukanlah mengacaukan dan menghapus Hukum Taurat, sebab jika ya, tentu Allah berkontradiksi terhadap diri-Nya sendiri. Yesus berkata bahwa Ia bukan meniadakan Hukum Taurat melainkan menggenapi Hukum Taurat, lalu kemudian Ia memberikan penjelasan tentang penggenapan-penggenapan Hukum Taurat yang Ia bawa (Mat 5:17-48). Sehingga kita dapat memastikan bahwa Hukum Taurat itu ada di bawah otoritas Tuhan yang tidak berkontradiksi.

Setelah Petrus mendapatkan penglihatan itu, awalnya ia juga masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Tuhan. Namun ketika ketiga orang Yunani suruhan Kornelius itu menemui dia, barulah ia menyadari perkataan Tuhan. Bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan orang (ay. 34). Lebih daripada itu Tuhan tidak sekadar memaksakan kehendak-Nya kepada Petrus untuk makan makanan yang haram, melainkan Tuhan berotoritas untuk menyatakan apa yang halal dan haram dan tentu itu untuk maksud yang lebih baik.

Kita perlu menyadari otoritas Tuhan atas segala sesuatu, atas aturan-aturan, budaya, tradisi, bahkan atas hidup kita. Tuhan yang lebih berkuasa dari semuanya itu, dan kita percaya bahwa Dia tidak pernah membiarkan sesuatu yang buruk terjadi bagi kita. Jangan biarkan tradisi atau budaya melebihi otoritas Tuhan dalam hidup kita. Biarlah apapun yang kita kerjakan hanya untuk memuliakan Dia, sebab untuk itulah kita diciptakan. 


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan

2. Persiapan retreat akitivis 24-25 Mei

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.