HANYA OLEH ANUGERAH

  •  Novita Andriani
  •  

Bahan bacaan: Efesus 2:8-10

Kadangkala, daripada memperbaiki kesalahan penulisan/gambar pada kertas dengan penghapus, kita lebih memilih untuk mengganti kertasnya. Karena selain hasilnya lebih bersih dan rapi, juga mudah sekali mendapatkan kertas di sekitar kita. Demikian juga hal lainnya, jika hendak membuat sesuatu dan tidak sesuai dengan yang diharapkan, mudah bagi kita untuk membuang atau menggantinya dengan lain.

Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama dan kemudian manusia tersebut jatuh dalam dosa, sebenarnya mudah saja untuk Tuhan mematikan lalu menghidupkan manusia baru lain. Tapi kita tahu Tuhan tidak melakukannya. Justru Tuhan berbelas kasih, bahkan menjanjikan keselamatan bagi manusia dan keturunannya. Keselamatan dengan Tuhan Sendiri sebagai Tokoh Utama yang menjadi Jalannya. Tidak diwakilkan, tidak cari cara mudah, namun dengan jalan salib penuh derita yang menyakitkan dari Tuhan Sendiri (Yohanes 3:16).  Sebenarnya seberapa layak dan berharganya manusia sampai Tuhan mati-matian mengasihinya?

Di dalam salah satu pelayanannya, salah satu rekan bercerita dengan mata berair menahan tangis dan penuh ketulusan: ”Setiap kali saya mengingat atau berbicara tentang karya keselamatan Tuhan bagi umat manusia, saya selalu merasa sangat terharu dan seringkali sampai menangis.” Saya percaya dia tidak sedang sekedar mendramatisir kalimatnya, karena beberapa kali saya menyaksikannya sendiri. Bukan sedang drama, namun begitulah ketika kasih Tuhan menjamah hati seseorang. Bukan hanya di insafkan tentang dosa dan menerima jalan keselamatan yang Tuhan beri, namun juga menyadari bahwa bukan karena layak atau lebih baik dari yang lainnya sehingga diselamatkan. Sungguh semua hanya oleh anugerah-Nya.

Tentu saja kita tidak cukup berhenti pada rasa syukur yang dalam atas anugerah keselamatan-Nya, namun seperti yang tertulis dalam Efesus 2:10, mari terus melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Tuhan dalam hidup kita. Mari terus menghidupi panggilan-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Roh Kudus menyertai dan memampukan kita sekalian. Amin.

(Pnt. Novita Andriani)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.