HANYA DARAH YESUS

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Senin, 18 November 2024

Bacaan: Ibrani 10:26-31


Hanya Darah Yesus


Lain halnya dengan peribahasa "banyak jalan menuju Roma," keselamatan atau penebusan dosa hanya memiliki satu jalan, yaitu melalui darah Yesus Kristus sekali untuk selama-lamanya. Tetapi mungkin akan timbul pertanyaan apakah ketika kita melakukan dosa setelah penebusan Kristus, maka dosa itu tidak dapat diampuni? Jawabannya bisa "ya" atau "tidak."


Sekali lagi kita akan belajar dari surat Ibrani, ketika jemaat sudah mulai meragukan Kristus dan juga undur dari iman mereka. Penulis menjelaskan bahwa penebusan dosa hanya dilakukan melalui darah yang tidak bercacat, dan hnaya dilakukan sekali untuk selama-lamanya. Merujuk pada hukum taurat yang tentunya sudah dihafalkan dan dipahami oleh jemaat Ibrani sendiri, penulis hendak menunjukkan bahwa penebusan sejati hanya dapat dilakukan oleh Yesus Kristus. Setelah itu penebusan itu pun kemudian berdampak bagi setiap kita yang mengaku percaya terhadapnya dan membuat kita dapat masuk ke tempat Mahakudus dengan penuh keberanian (ay. 19). Yesus telah sungguh menjadi penebus dosa dan Imam besar bagi setiap kita.


Penulis surat Ibrani sekarang mengajak setiap kita bertekun bukan hanya secara pribadi tetapi juga secara komunal. Jelas sekali bahwa tugas kita sebagai orang percaya bukanlah untuk bertahan sendiri, tetapi bersama-sama. Kita perlu saling menguatkan satu dengan yang lainnya dan bukan justru meninggalkan pertemuan-pertemuan ibadah kita, sebab justru dari situlah iman kita dapat dikuatkan melalui orang-orang disekitar kita (ay. 23-25). Sekalipun pembahasan tentang bertekun secara komunal ini terkesan muncul tiba-tiba, tetapi ini juga yang menjadi konteks jemaat Ibrani pada waktu itu, yakni mereka sering meninggalkan persekutuan-persekutuan, dan pertemuan-pertemuan ibadah mereka sehingga ini menjadi salah satu penyebab menurunnya iman mereka kepada Kristus.


Pada perikop yang kita baca, penulis kemudian memberikan penekanan bahwa dosa-dosa yang kita buat dengan sengaja setelah kita tahu tentang penebusan dosa itu tidak dapat lagi ditebus dengan korban apapun. Bahkan kematian dan penghakiman yang mengerikanlah yang akan kita terima (ay. 26-27). Tindakan dosa itu juga disamakan seperti seorang yang menginjak-injak Anak Allah, dan menganggap najis penebusan darah Kristus. Penggambaran ini tentu mengerikan, namun bukankah tidak ada seorangpun yang sempurna untuk tidak melakukan dosa bahkan setelah mengetahui kebenaran tentang penebusan itu?


Penulis menjelaskan bahwa tidak ada korban penebusan lagi yang artinya memang hanya darah Kristus saja yang mampu menebus dosa. Sehingga bukan berarti tidak ada pengampunan yang diberikan kepada orang-orang berdosa setelah penebusan yang dilakukan Kristus. Pengampunan itu tetap tersedia setiap saat ketika kita sadar akan keberdosaan kita. Tetapi di sisi lain penulis juga mengingatkan bagaimana kita seharusnya dapat bertekun untuk bertahan dalam iman percaya kita.


Kelemahan kita sebagai manusia berdosa tidak dapat dipungkiri. Kita bahkan sejak semula hanyalah seonggok tanah liat. Tetapi Tuhan yang menjadikan kita, bahkan serupa dan segambar dengan-Nya. Dia mau supaya kita hidup di dalam Dia. Dia mau supaya kita mengandalkan kekuatan-Nya untuk dapat bertekun dan juga menguatkan sesama kita. Inilah hal penting yang dapat kita pelajari, yakni bahwa bertekun dalam iman percaya kita kepada Kristus membutuhkan kekuatan Tuhan dan juga sesama kita.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan

2. Persiapan rangkaian Natal

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.