HANCURNYA KECONGKAKAN
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Sabtu, 16 November 2024
HANCURNYA KECONGKAKAN
Daniel 4:29-37
”Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan, dan memuliakan Raja Surga, sebab segala perbuatan-Nya benar dan jalan-jalan-Nya adil, dan Ia sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.” (ay.37)
Sikap meninggikan diri dan merasa dirinya paling berarti, akan membuat manusia jatuh dalam kesombongan dan kecongkakan. Orang yang seperti ini akan merasa bahwa keberhasilan dan kekuasaan yang sekarang berada di tangannya merupakan pekerjaannya sendiri. Dia tidak lagi melihat campur tangan Tuhan dalam kehidupannya karena merasa dirinya hebat.
Kesombongan dan kecongkakan tersebut jika tidak segera disadari akan mengakibatkan kehancuran hidupnya. Namun, apabila dia kemudian menyadarinya dan bertobat, maka Tuhan masih akan memberikan kesempatan kehidupan yang lebih baik dalam hidupnya.
Bacaan firman Tuhan hari ini memperlihatkan, bagaimana penglihatan dalam mimpi Nebukadnezar, raja Babel, akhirnya menjadi kenyataan. Sebelumnya dia tidak mengerti arti dari mimpi tersebut, namun setelah Daniel yang memiliki hikmat Tuhan mengartikan mimpi tersebut, maka terjadinya apa yang dimimpikannya.
Saat Nebukadnezar berjalan-jalan di teras istana raja di Babel, dia merasa bangga dengan apa yang dilihatnya. ”Bukankah ini Babel yang besar, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?” Pada saat Nebukadnezar mengatakan hal itu tiba-tiba suara terdengar dari langit, bahwa kerajaan telah beralih dari padanya.
Nebukadnezar dihalau dari istana dan hidup seperti binatang di padang, makanannya rumput seperti lembu, tubuhnya basah oleh embun dan rambutnya panjang seperti bulu burung rajawali, dan kukunya seperti kuku burung. Tetapi setelah lewat waktu yang ditetapkan, dia menengadah ke langit dan akal budinya kembali kepadanya.
Dia mulai memuji Yang Maha Tinggi, membesarkan dan memuliakan Tuhan karena kekuasaan-Nya kekal dan kerajaan-Nya turun temurun. Nebukadnezar menyadari bahwa Tuhan begitu berkuasa atas alam ciptaan, termasuk dirinya. Karena itulah, Nebukadnezar memuji, meninggikan, dan memuliakan Raja Surga.
Pada akhirnya, Nebukadnezar kembali menjadi raja dan kerajaannya lebih masyur dari sebelumnya, karena dia merendahkan diri di hadapan Tuhan. Tidak ada lagi kesombongan dan kecongkakan dalam dirinya, karena dia tahu bahwa Allah lebih berkuasa dari dirinya.
Sebagai umat Tuhan, kita juga seharusnya menghancurkan kesombongan dan kecongkakan dalam hidup kita. Kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita, keberhasilan dan kesuksesan yang kita raih, semua terjadi karena campur tangan Tuhan. Segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan ijinkan terjadi agar kita semakin merendahkan diri di hadapan Tuhan.
Oleh karena itu, marilah kita terus merendahkan diri di hadapan Tuhan, menjadi orang yang penuh kasih dan memancarkan terang Tuhan, menyatakan kebesaran Tuhan melalui kehidupan yang sesuai dengan firman-Nya. Kiranya Tuhan menolong dan memberkati kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Doakan persiapan ibadah Minggu.
2. Doakan anggota jemaat yang sakit dan berduka.
3. Doakan para pelayan Tuhan di GKI Coyudan.
Sujud Swastoko