FIRMAN YANG TIDAK TERPENJARA

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Bacaan: Kisah Para Rasul 5:17-26

Suatu kali salah satu perabotan rumah saya rusak dan perlu diperbaiki. Maka dengan penuh percaya diri saya berkata bahwa saya mampu menyelesaikannya. Tetapi ketika saya rasa sudah selesai, kemudian saya menyalakannya dan ternyata tetap tidak bisa menyala. Dan setelah percobaan berkali-kali, tetap tidak menyala. Akhirnya saya pun menyerah.

Itulah yang juga dipikirkan oleh Imam-imam besar dan para pengikutnya. Mereka iri hati melihat rasul-rasul yang mengadakan mukjizat dan mendapatkan banyak sekali pengikut (ay. 17). Mereka akhirnya mencoba menyelesaikan masalah mereka dengan memasukkan rasul-rasul ke dalam penjara. Ketika itu mungkin mereka berpikir bahwa semuanya sudah beres. 

Di sini kita bisa melihat bagaimana Allah bekerja dalam segala sesuatu yang bahkan melampaui pikiran manusia. Allah mengirimkan malaikat-Nya untuk melepaskan rasul-rasul itu dan memerintahkan mereka untuk menyebarkan Firman Hidup kepada orang-orang di bait Allah, dan rasul-rasul yang percaya bahwa malaikat itu adalah utusan Allah segera melakukan perintahnya. Menariknya ketika para pejabat-pejabat Mahkamah Agama datang ke penjara mereka melihat penjara yang masih terkunci dengan rapi dan para penjaga yang masih berjaga di tempatnya, tetapi tidak ada seorang pun di dalam penjara itu.

Memang betul bahwa kejadian ini adalah kejadian yang di luar nalar manusia. Tidak mungkin ada orang yang bisa keluar dari penjara begitu saja. Apalagi setelah keluar dari penjara, rasul-rasul tidak menjadi takut dan bersembunyi, melainkan mereka melakukan perintah Tuhan melalui malaikat utusan-Nya. Rasul-rasul memberitakan Firman Hidup itu kepada orang banyak. Satu hal yang kita bisa saksikan di sini yaitu bukan hanya fokus kepada kejadian yang ajaib saja, melainkan apa yang disampaikan oleh para rasul kepada orang banyak, yaitu Firman yang hidup.

Kejadian ini membuktikan bahwa Firman itu benar-benar hidup. Firman itu tidak dapat dikekang atau bahkan dipenjarakan. Firman yang hidup itu akan tetap hidup dan terus tersebar melalui apapun dan siapapun. Seperti apakah Firman yang hidup itu? Firman yang hidup itu adalah Yesus. Ketika banyak orang mendengar tentang Yesus maka mereka juga akan hidup dan terlepas dari belenggu dosa. 

Bukankah kita juga orang-orang yang sudah mendengar Firman yang hidup? Bukankah kita adalah orang-orang yang percaya kepada Firman Hidup itu? Bukankah kita adalah orang-orang berdosa yang memperoleh keselamatan dan terlepas dari belenggu dosa karena anugerah dari Firman Hidup itu? Marilah kita juga menjadi saksi seperti rasul-rasul yang tidak gentar menyampaikan Firman Hidup kepada sesama kita. Seperti apa yang dikatakan oleh rasul Petrus ketika dihakimi oleh Imam Besar di Mahkamah Agama: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia (Kis 5:29)." Inilah yang menjadi kekuatan dari rasul Petrus yaitu ketaatan kepada Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan mampu untuk melakukan segala sesuatu yang melampaui pikiran kita, maka dari itu taat dan setialah menyampaikan Firman Hidup itu kepada sesama kita. Kiranya Tuhan menolong setiap kita.

Pokok Doa
1. Persiapan Kebaktian hari minggu
2. Persiapan H-8 retret Remaja-Pemuda GKI Coyudan
3. Pergumulan jemaat yang sedang sakit dan lanjut usia

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.