ELOI ELOI LAMA SABAKHTANI
Roma 8:12-17
Apakah Yesus kecewa terhadap
rancangan-rancangan Sang Bapa saat Dia berteriak di kayu Salib: "Eloi Eloi
lama sabakhtani..?" Jawabnya TIDAK! Ia tidak kecewa dan merengek menggugat
BapaNya. Yesus sadar betul bahwa Ia datang kedalam dunia "Karena begitu
besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan
beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16).
Yesus sudah siap apabila oleh karena seruan pertobatan dan karya pembaharuan yang dikerjakanNya, membuat banyak orang marah dan menginginkan kematianNya. Bukankah Ia jg sudah berulang kali mengingatkan murid murid, bahwa Ia akan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua tua, imam imam kepala dan ahli ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari yang ketiga (Mat 16:21).
Sesungguhnya Yesus tidak sedang kecewa atau marah saat meneriakkan "Eloi Eloi lama sabhaktani"...tetapi Ia hendak menyampaikan pesan kepada kita (sebagai anak-anak Allah) agar tetap tangguh saat menghadapi tekanan, penderitaan, bahkan kematian sekalipun. Kitab Roma 8:15-16 berkata: "Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yg membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Ya... dengan meneriakkan "ya Abba...ya Bapa", kita ditolong Roh Kudus untuk menegaskan ulang siapakah diri kita kepada dunia. Kita adalah anak anak Allah yg hidup menurut pimpinan Roh, bukan takluk oleh manipulasi daging. Sebab jika kita hidup menurut keinginan daging, kita akan mati; tetapi jika kita hidup oleh Roh, kita akan berani mematikan (nafsu) daging dan kita akan hidup (Roma 8:13).
Jadi, janganlah takut oleh tekanan, penderitaan dan kematian. Rasul Paulus berkata: "Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yg ada sekarang, maupun yg akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yg di atas, maupun yg di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yg ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 8:38-39).
Nah, itulah pesan penting bagi kita saat ini, jangan jadi pengikut Kristus yang manja dan suka berteriak mengatas-namakan Tuhan, padahal tidak sungguh hidup dijalan Tuhan. Tetapi jadilah pengikut Kristus yang tangguh dan berani dengan rendah hati berkata: "Yang kukehendaki ialah MENGENAL Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan PERSEKUTUAN dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi SERUPA dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. (Fil 3:10-11)
<!--[endif]-->
(Bp. Johanis Melsasail)