DIPILIH MENJADI ALAT TUHAN

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan: Kisah Para Rasul 9: 1-20

"Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel". (KPR 9:15)

Berat rasanya menolong seorang yang kita takuti, sekaligus kita benci. Ananias tahu siapa Saulus. Bagi dia, menolong Saulus lebih merugikan pengikut Kristus. Tapi ini perintah Tuhan sendiri. Ananias mengatakan pendapatnya tentang Saulus, namun Tuhan lebih tahu.. Ananias bicara tentang 'masalalu', tetapi Tuhan menunjukkan 'masadepan Saulus'. ...'Dia adalah alat pilihan bagi- Ku... Aku sendiri akan menunjukkan kepada-nya betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku'. Begitu jawab Tuhan yang menghapus keraguan Ananias.

Sering, kita menapak masa depan tetapi perhatian kita ke masalalu. Padahal, masa depan orang bisa berubah dan berbeda total dengan masa lalunya. Penjual tahu bisa jadi konglomerat, anak desa bisa jadi presiden atau seorang penghujat kekristenan bisa menjadi penginjil. Penilaian berdasarkan masa lalu membuat kita menjadi tertutup terhadap orang lain. Sebaliknya melihat ke depan membuat kita menjadi lebih terbuka.

Sulitnya kita tidak tahu masa depan orang. Namun memberi penilaian kepada orang itu tentang pengalaman masa lalunya. Maka cara paling sederhana adalah melihat orang dari sudut pandang ilahi. Meminta Tuhan menuntun kita dalam melakukan penilaian, mengambil keputusan, dan keberanian untuk melakukan apa yang menjadi keputusan Tuhan. Jangan takut bersikap positif, sejauh kita mengandalkan Tuhan.

Dewasa ini banyak orang Kristen mendapat kesulitan dalam pekerjaan pekabaran Injil dan pergaulan dengan sesama, karena mereka mendapat diskriminasi atas dasar agama. Tapi kita tidak usah berputus asa dan menutup diri. Pelayanan dan Kesaksian harus tetap dijalankan. Tuhan Allah dalam Yesus Kristus punya rencana sendiri. Bukan hanya bagi kita, tetapi juga bagi mereka yang menekan dan menyulitkan kita. Dan rencana itu selalu indah pada akhirnya. Karena itu percayalah!

Pokok Doa:

  1. Penatalayanan GKI Coyudan.
  2. Pergumulan Jemaat
  3. Panitia Pra-Paskah, Paskah dan Pentakosta.
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.