DIA TELAH BANGKIT

  •  Anthon Karundeng
  •  

Markus 16:1-8

Saudara-saudara yang terkasih, umat manusia di seluruh dunia merayakan, atau minimal tahu bahwa hari ini adalah Hari Kebangkitan Kristus atau hari Paska. Mengapa demikian? Karena peristiwa kebangkitan Kristus itu adalah fakta sejarah, bukan cuma kata orang. Ada orang-orang tertentu yang diberikan kesempatan oleh Tuhan Allah menjadi saksi-saksi kebangkitan Tuhan Yesus. Bahkan setelah Dia bangkit, Ia menampakkan diri selama 40 hari lamanya baru kemudian Ia naik ke surga. Jadi fakta sejarah ini tidak terbantahkan.

                Sebagian orang yang menjadi saksi kebangkitan Tujan Yesus tertulis dalam bacaan kita di Injil Markus tadi. Di bacaan kita diceritakan bahwa setelah tiga hari peristiwa kematian Tuhan Yesus di Golgota dan kemudian dikubur di tanah milik Yusuf Arimatea berlalu, meskipun suasananya masih mencekam dan tentu saja rasa takut masih meliputi para murid. Namun Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome pada hari pertama minggu itu, artinya hari Minggu pagi-pagi benar mereka pergi ke kubur Yesus.

Mereka membawa berbagai rempah untuk merawat tubuh Yesus agar jasad tetap awet dan tidak cepat membusuk. Mengapa mereka melakukan itu?. Karena mereka sangat mengasihi Yesus. Kasih mereka kepada Yesus itulah yang mendorong mereka nekad pergi ke kubur walau suasana masih mencekam.

Dalam perjalanan mereka menuju kubur Tuhan Yesus, mereka membicarakan siapa yang akan menggulingkan batu pintu penutup kubur Tuhan Yesus. Batu penutup kubur Tuhan Yesus sangat besar dan berat. Mereka membincangkan itu karena mereka tahu kekuatan mereka. “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”.(ayat 3b). Walaupun mereka tahu bahwa mereka tidak sanggup mengangkat atau menggeser pintu kubur Tuhan Yesus, itu tidak menyurutkan langkah mereka. Mereka terus berjalan walau menghadapi tantangan besar di depan mereka. Itu semata-mata karena kasih mereka kepada Yesus.

Tetapi apa yang mereka lihat setelah mereka tiba? Ternyata batu besar itu sudah terguling. “Ketika mereka melayang padang, tampaklah batu itu sudah terguling. Batu itu memang sangat besar”.(ayat 4). Kemudian mereka masuk ke dalam kubur dan melihat ada seorang muda yang memakai jubah putih (malaikat Tuhan) sedang duduk. Mereka sangat terkejut, tetapi malaikat Tuhan itu berkata: “Jangan terkejut!. Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah dibangkitkan. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia”.(ayat 6). Dengan satu kata yang sangat tegas “Lihatlah!”, Malaikat Tuhan itu hendak membuktikan kepada ketiga perempuan itu bahwa jenazah Yesus benar tidak ada di situ, Dia sudah Bangkit!.

Mari pada Hari Paska ini, kita belajar dari ketiga permepuan yang sangat mengasihi Yesus itu, bahwa dalam segala situasi; baik dalam situasi yang baik maupun situasi yang mencekam dan menakutkan’ dalam suasana terancam maupun dalam suasana aman; kasih dan kesetiaan mereka tetap mereka wujudkan dalam tindakan yaitu datang ke kubur Yesus. Mengasihi Yesus tidak sekedar diucapkan, tetapi diwujudkan.

Mari kita wujudkan kasih kita kepada Tuhan Yesus yang sudah bangkit, dengan tindakan nyata dalam kondisi apapun. Sebab Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita dengan mengorbankan nyawa-Nya di kayu salib untuk keselamatan kita.

 

(Pdt. Em. Anthon Karundeng)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.