DIA BUATKU TERTAWA

  •  Maria Sampyuh
  •  

KEJADIAN 21: 1-7

Berkatalah Sara,"Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku." Ia berkata pula," Siapa yang tadinya dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Ternyata aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya di masa tuanya."(Kejadian 21:6-7)

Sebagian besar orang hanya menggunakan logika dan mengandalkan kemampuannya  saja ketika menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam hidupnya. 
Dengan peliknya persoalan hidup, manusia kerap tidak mengandalkan Allah dan tidak mudah untuk mempercayai janji Allah, tidak mudah untuk mendengarkan dan mengimani Firman Tuhan. 

Allah sudah menyatakan bahwa Abraham akan memiliki keturunan dan akan menjadi bangsa yang besar. Tetapi apa yang Allah katakan, tidak kemudian terjadi dalam hidupnya. Ada waktu yang sangat panjang dalam penantian itu. Allah adalah setia, Dia tak akan mengingkari janjiNya. Allah kembali menegaskan bahwa Abraham akan memiliki keturunan, Sara akan mengandung dan melahirkan. Bahkan Allah juga sudah menyatakan waktu yang terperinci. Namun bagaimana Sara mendengar pernyataan Allah ini? 
Tertawalah Sara dalam hatinya, katanya," Aku sudah renta, akan berahikah aku, tuanku juga sudah tua?"( Kejadian 18:12). 
Sara hanya menggunakan logikanya, sehingga ketika mendengar pernyataan dan janji Allah, dia tidak percaya, karena secara logika hal itu tidak akan mungkin terjadi, hal yang mustahil. Tetapi sesungguhnya tidak ada yang mustahil bagi Allah. 

Allah menepati janjiNya kepada Abraham dan Sara, sehingga Sara mengandung dan melahirkan anak laki-laki ketika Abraham dan Sara sudah lanjut umurnya. 
Allah membuat Sara tertawa lagi, tetapi bukan karena dia menertawakan janji Allah yang di luar logika. Sara tertawa karena kebahagiaan yang Allah berikan kepadanya. Meskipun secara logika hal itu tidak mungkin, namun Allah sanggup mewujudkan bagi Abraham dan Sara. Abraham dan Sara tertawa menyambut pemenuhan janji Allah, Allah mengubahkan tawa Sara, dari tawa ketidakpercayaan menjadi tawa bahagia, tawa  percaya bahwa Allah setia dan berkuasa membuat karya yang tidak mungkin menjadi mungkin. 

Belajar dari Abraham dan Sara, setiap orang diingatkan: 
a. Dalam menghadapi pergumulan dan persoalan janganlah hanya mengandalkan logika dan kemampuan diri sendiri saja
b. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Sekalipun secara manusia, mungkin tidak melihat ada jalan, tetapi Allah sanggup untuk membuat jalan
c. Allah menggenapi janjiNya pada waktuNya, Allah setia dan tak akan melupakan janjiNya. 

Kiranya kita dimampukan untuk percaya dan memegang FirmanNya, Allah sanggup membuat kita tertawa bahagia menerima penggenapan janjiNya. Tuhan Yesus memberkati ????????

Pokok Doa: 
1.Sesama yang sedang dirundung persoalan dan pergumulan
2.Jemaat dalam menghayati Minggu Pra Paska

Maria Sampyuh