DERITA PERBUATAN BAIK
Bacaan: 1Petrus 3:13-18
Disalah pahami atau disalah mengerti tentu menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan bagi kita. Sudah berusaha berbuat baik tetapi tidak dihargai atau bahkan dikhianati. Penderitaan tentu bukan menjadi satu balasan yang kita harapkan ketika kita melakukan kebaikan. Lalu bagaimanakah dengan kehidupan orang percaya yang justru perlu bersabar dalam penderitaan karena perbuatan baiknya?
Petrus membuka perikop bacaan kita dengan sebuah kalimat pertanyaan yang tentunya menjadi harapan kita semua. Tidak ada satu pun yang menginginkan perbuatan baiknya dibalas dengan kejahatan (ay. 13). Hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa adanya perbedaan kehidupan orang percaya. Orang percaya akan menderita oleh karena kebenaran dan perbuatan baik mereka.
Namun penderitaan itu tidak kemudian hanya kita terima dengan pasrah. Tetapi tidak juga dengan perlawanan atau bantahan. Petrus mengingatkan jemaatnya bukan hanya untuk bersabar tetapi mereka juga perlu menguduskan Kristus dalam hati mereka (ay. 15). Artinya mereka perlu mengutamakan Kristus dalam hati mereka dan juga perlu mengenal Kristus agar dapat menjelaskan dan mempertanggungjawabkan iman mereka kepada orang-orang yang belum percaya yang pada waktu itu menindas mereka. Orang-orang percaya mengalami penindasan dan fitnahan karena kepercayaan mereka, sehingga Petrus terus mengingatkan mereka untuk bersabar dan terus memperkenalkan Kristus dengan penuh keyakinan. Petrus juga mengingatkan jemaat untuk menyampaikan pertanggung jawaban iman mereka dengan lemah lembut dan hormat, yang artinya bukan pemaksaan dan perlawanan debat yang tidak perlu.
Petrus mengungkapkan bahwa lebih baik jemaat menderita karena perbuatan baik yang dikehendaki Allah daripada karena perbuatan jahat (ay. 17). Sebab demikian juga Kristus yang mati untuk orang berdosa (ay. 18). Ia melakukan sebuah perbuatan yang agung dan mulia untuk orang-orang yang terus memfitnahnya orang-orang yang menjadi musuh-Nya. Ia taat melakukan kehendak Bapa untuk mengasihi setiap orang berdosa, sampai mati dikayu salib.
Marilah kita juga tidak jemu-jemu berbuat baik sekalipun bisa disalah pahami dan disalah mengerti. Bukan pula mengharapkan balasan yang setimpal dari perbuatan baik kita, namun tetap memandang dan meneladani Kristus yang telah mati untuk dosa-dosa kita. Dalam hal ini perbuatan baik itu ditunjukkan melalui penyampaian pertanggung jawaban iman kita kepada orang-orang yang belum percaya. Kiranya Kristus terus menguatkan dan menolong kita untuk tetap bersabar dalam penderitaan yang kita alami karena perbuatan baik yang dikehendaki-Nya.
Pokok Doa:
1. pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan rangkaian paskah dan doa puasa jemaat
3. Jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen