DAYA HIDUP

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

Bacaan: 2 Korintus 4:1, 8 (BIMK) 
Kami melakukan pekerjaan ini karena kemurahan hati Allah. Itu sebabnya kami tidak putus asa. 
Kami diserang dari segala pihak, namun kami tidak terjepit. Kami kebingungan, tetapi tidak sampai putus asa.

Hidup yang selalu menemukan alasan untuk bangkit dari kegagalan, dinamakan daya hidup. Daya hidup inilah yang juga dirasakan Paulus dalam hidupnya semenjak ia bertobat dan menjadi penginjil. Oleh karena itulah ia menuliskan surat Korintus ini kepada jemaat Korintus untuk mendidik mereka dalam mempunyai sebuah daya hidup, daya juang yang tinggi. Menjadi pengikut Kristus tidak pernah membuat hidup Paulus, bahkan hidup kita selalu berada di posisi yg aman. Namun meskipun demikian, sekalipun hidup penuh dengan tantangan, pengikut Kristus selalu membuktikan bahwa percayanya kepada Kristus memberi mereka alasan untuk tidak pernah berputus asa. Hidup yang Selalu punya harapan. Itulah mengapa Paulus mengajarkan kepada jemaat Korintus hidup yang sungguh bergantung hanya kepada Allah yang menjadikannya hamba Allah. Hidup terjepit, didera dan diserang banyak orang serta masalah yang bertubi-tubi sekalipun tidak akan membuat kita goyah untuk selalu merasakan pertolongan tangan Tuhan. 

Doa pagi: 
Ya Tuhan betapa kuatNya kasihMu yang selalu menguatkanku dalam kelemahan.

 

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.