DARI GELAP MENJADI TERANG

  •  Johanis Melsasail
  •  

Bacaan: Kisah Para Rasul 9: 19-22

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan "Lain dulu, lain sekarang." Demikian penggalan lirik sebuah nyanyian. Itulah pembaharuan hidup yang dialami Paulus yang dulu bernama Saulus. Dulu pembenci yang sangat buas dan fanatik, kini menjadi pemberita injil yang sangat bersemangat untuk memenangkan jiwa bagi Kristus. Pertanyaan: Apa yang membuat perubahan ini terjadi dalam diri Saulus? Jawabnya:

  1. Karena Kuasa Yesus yang mengubah Saulus. Kuasa yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Saulus, kini ia digiring masuk untuk menjadi hamba Kristus. Hidup yang dulu gelap, kini menjadi terang. Maka jangan pernah meremehkan kuasa Tuhan untuk mengubah seseorang. Bila kita masih mendoakan seseorang agar ia berubah dan mau menerima Tuhan Yesus, jangan pernah putus asa. Doakan terus sampai Tuhan menyatakan kasih karunia-Nya pada orang yang sedang kita doakan Itu.
  2. Karena kuasa Roh Kudus. Roh Kuduslah yang memampukan Paulus untuk berbicara lantang tentang Injil Yesus Kristus dan berdiskusi dengan para pendengarnya tentang firman Allah. Dengan kuasa Roh Kudus pulalah, jemaat- jemaat dapat bertumbuh dan hidup dalam damai sejahtera Tuhan dan takut akan Tuhan.
  3. Paulus sungguh-sungguh bertobat. Bertobat berarti mengubah segenap  arah dan sikap hidup, lalu memandang Yesus dan melakukan kehendak-Nya (Yun: Metanoia). Meninggalkan kehidupan lama yang bertentangan dengan kehendak Allah dan menjalankan kehidupan baru yang berkenan kepada Kristus Yesus.

Kisah pertobatan Saulus ini mengajarkan kita bahwa:

  • Pertama, suatu pertobatan selayaknya membawa perubahan hidup pada arah yang lebih baik dan yang berkenaan pada Tuhan.
  • Kedua, suatu pertobatan juga membawa kita pada risiko dan tantangan hudup yang berkaitan dengan iman kita kepada Kristus.
  • Ketiga, sebagai orang percaya kita harus senantiasa bersandar pada Kuasa Tuhan Yesus Kristus serta mengandalkan pertolongan dan pimpinan Roh Kudus. 

Pokok Doa:

  1. Untuk Penatalayanan Gereja
  2. Untuk pergumulan jemaat.
  3. Untuk pemerintah dan bangsa Indonesia.
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.