DAMAI DI TENGAH BADAI

  •  Maria Sampyuh
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

KAMIS, 22 AGUSTUS 2024


DAMAI DI TENGAH BADAI

MAZMUR 23:1-6


Sekalipun aku berjalan dalam lembah  kekelaman, aku tidak takut bahaya,  sebab Engkau besertaku, gadaMu dan tongkatMu, itulah yang meneguhkan aku ( Mazmur 23:4 ). 


Seorang dokter bertanya kepada rekannya yang adalah seorang dokter bedah demikian: " Dok, operasi terhebat apa yang pernah anda lakukan?"

Dokter bedah itu kemudian sejenak, kemudian menjawab:" apa ya, semua operasi membutuhkan ketelitian,keahlian,dan kecermatan. Tetapi, ada satu peristiwa yang selalu saya ingat. Seorang gadis kecil yang hanya memiliki kemungkinan hidup 10 persen saja. Ketika perawat memasang infus dan mempersiapkan semua sebelum tindakan operasi, gadis kecil itu berkata:" Dok, bolehkah saya menanyakan sesuatu?" Dan saya menjawab:" Tentu saja boleh, mau tanya apa?" 

Gadis itu berkata:" Sebelum saya tidur, saya selalu berdoa. Sekarang sebelum saya operasi, bolehkah saya berdoa juga?" Dan saya menjawab:" Tentu saja boleh, kamu harus berdoa, jangan lupa dokter juga didoakan ya." Kemudian gadis kecil itu melipat tangannya, menutup matanya dan mulailah ia berdoa:"Tuhan,gembalaku yang baik, aku selalu berdoa sebelum tidur supaya Tuhan bersamaku melewati malam yang gelap sampai besuk pagi ketika mentari menerangi. Sekarang, aku mau operasi, gembalaku yang baik, Engkau juga menemaniku dan memberkati dokter yang akan melakukan operasi, amin." Dan setelah berdoa, gadis kecil itu berkata:"Dok, sekarang aku sudah siap." 

Aku meneteskan air mata, dan aku yang kemudian berdoa:"Tuhan, gembalaku yang baik, tolonglah aku untuk menyelamatkan gadis kecil ini, sesungguhnya bukan aku yang melakukan operasi, tetapi gadis kecil ini yang sudah melakukan operasi kepadaku." 


Dokter itu merasa kagum dengan gadis kecil itu yang memiliki iman sangat besar, yang mau mempercayakan segala sesuatu bahkan mempercayakan seluruh hidupnya kepada Allah. Gadis kecil itu hatinya tetap damai, meskipun di tengah badai yang sangat menakutkan. Hatinya tenang, meskipun  berhadapan dengan kenyataan bahwa kemungkinan hidup hanya 10  persen saja.


Daud membagikan pengalaman hidupnya bersama dengan Tuhan. Hidup yang dijalaninya tidak senantiasa mudah, tidak selalu baik, tidak selalu menyenangkan. 

Dalam Mazmur 23:1-3, kita membaca bahwa  bersama dengan Tuhan, Gembala yang baik, hidupnya tercukupi, terjaga, dan terlindungi. Gembala yang baik, menyediakan segala yang dibutuhkan, Padang yang berumput hijau, air yang  tenang, menuntun pada jalan yang benar. Gembala yang baik tidak akan membiarkan dombanya kelaparan dan dalam bahaya. 

Tetapi, dalam Mazmur 23:4, Daud mengatakan: " Sekalipun aku berjalan dalam  lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gadaMu dan tongkatMu, itulah yang meneguhkan aku." 

Jalan hidup tidak selalu mudah, namun meskipun harus melewati jalan yang sukar, Daud mau berkata bahwa selalu ada kekuatan dan ketenangan hati, karena melewati semuanya tidak sendirian, tetapi bersama dengan Tuhan, Gembala yang baik. Saat jalan yang dilewati itu terlalu mendaki, atau terlalu curam, namun Gembala yang baik tak pernah meninggalkan sendirian. Gembala yang baik  akan menemani dan memberi kekuatan bahkan juga menyelamatkan. Daud tidak merasa takut, bukan karena dirinya kuat dan hebat, namun karena Tuhan ada bersamanya. 


Dalam kehidupan, setiap orang memiliki pergumulan dan tantangannya masing-masing. Kadang badai yang dahsyat datang menghantam, namun tidak jarang juga angin sepoi-sepoi. Kadang hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi, tetapi juga sering hal-hal yang sangat membahagiakan. Gembala yang baik menemani bukan hanya dalam kesukaan, namun juga manakala dalam kesusahan dan kedukaan. 

Sebagai orang yang percaya, apakah kita juga mempercayakan diri dan hidup kita kepada Gembala yang baik? 

Bersama dengan Allah, tetap damai meskipun di tengah badai, 

Bersama Allah, tetap tenang meskipun di tengah tantangan.


Kiranya Tuhan, Gembala yang baik senantiasa menguatkan iman kita ????????


Pokok Doa: 

1.Bangsa dan negara

2.Jemaat dalam menyikapi pergumulan hidup

3.Gereja dalam mengerjakan misi Allah 


Maria S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.