CINTA YANG BERKOMITMEN

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo 

Sabtu, 11 April 2026


Kidung Agung 8:5-7

Cinta yang Berkomitmen


”Dulu parang sekarang besi, dahulu cinta sekarang benci”, ungkapan ini bukan omong kosong belaka. Banyak terjadi dalam pernikahan, relasi pasangan yang dahulunya begitu saling mencintai, tetapi entah karena satu dan lain hal telah berubah menjadi kebencian yang saling menyakiti bahkan saling menghancurkan. Cinta manusia adalah sesuatu yang dapat mengalami perubahan begitu cepatnya seturut dengan perubahan situasi dan kondisi sekitarnya. 


Tetapi firman Tuhan dalam Kidung Agung 8:5–7 menunjukkan bahwa cinta sejati tidak dibangun hanya di atas perasaan yang sementara seperti itu. Cinta TUHAN berada di atas komitmen yang dalam dan kuat. Seperti meterai yang menjadi tanda kesetiaan melekat kuat dan tidak mudah dilepas.


Ungkapan, “cinta kuat seperti maut” dan ”air yang banyak tak dapat memadamkan cinta.” , menunjukkan bahwa cinta sejati akan tetap bertahan bahkan ketika diuji oleh konflik, kekecewaan, atau keadaan yang tidak ideal dan tidak sesuai harapan. Karena memang cinta bukan berarti tanpa masalah, tetapi tetap memilih setia di tengah masalah.


Dan yang tidak kalah menarik : cinta tidak bisa dibeli. Di tengah dunia yang sering mengukur segalanya dengan materi, Tuhan mengingatkan bahwa cinta sejati adalah anugerah, bukan transaksi. Karena itu kita perlu bertanya : ”Apakah aku mengasihi hanya saat semuanya berjalan sesuai keinginan dan harapanku; ketika hidup mudah dan menyenangkan ? Ataukah aku belajar mengasihi dengan komitmen, kesetiaan, dan ketulusan ?” .


Mari kita belajar untuk mengasihi bukan hanya dengan perasaan, tetapi dengan kesetiaan. Dan biarlah kita meminta Tuhan membentuk hati kita agar mampu mengasihi dengan tulus, teguh, dan tidak mudah menyerah. Seperti Kristus Yesus yang kita boleh pegang teguh, yang kasih-Nya berkomitmen sekalipun penderitaan menghujam kehidupan-Nya. Kasih-Nya tetap teguh sekalipun IA harus mengalami kematian di kayu salib. Api kasih-Nya tidak padam oleh karena penderitaan dan kesusahan. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk pertumbuhan dan pelayanan misi GKI Coyudan Solo

2. Untuk perkembangan GKI Klasis Solo


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.