BUKAN KARENA TERPAKSA
Renungan Harian GKI Coyudan
Kamis, 2 Juli 2026
Bukan Karena Terpaksa
Roma 7:1-6
(Ay. 6) “Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.”
Pernahkah kita melakukan sesuatu hanya karena merasa harus? Kita memang mengerjakannya, tetapi hati tidak benar-benar menikmatinya. Misal, seorang anak merapikan kamar karena takut dimarahi, atau seorang karyawan bekerja keras karena takut ditegur atasan. Bahkan dalam kehidupan beriman, kita pun bisa terjebak melakukan yang baik hanya karena merasa "harus", takut berdosa, atau takut dihukum. Lama-kelamaan, iman terasa seperti beban, bukan sukacita.
Melalui Roma 7:1–6, Paulus mengingatkan bahwa di dalam Kristus kita telah memasuki hubungan yang baru dengan Allah. Kita tidak lagi hidup di bawah ikatan lama yang akhirnya seperti menekankan kewajiban, tetapi menjadi milik Kristus yang telah bangkit. Karena itu, kita tidak taat supaya dikasihi Allah, melainkan kita taat karena sudah terlebih dahulu dikasihi-Nya. Dari hubungan yang baru inilah lahir kehidupan yang "berbuah bagi Allah" = kasih, kesabaran, kejujuran, dan kepedulian kepada sesama.
Hari ini, mari periksa kembali motivasi hati kita. Apakah kita berbuat baik hanya karena merasa wajib, atau karena kita mengasihi Tuhan yang lebih dahulu mengasihi kita? Roh Kudus terus bekerja memperbarui hati kita, sehingga kita dapat melayani Tuhan bukan dengan terpaksa, melainkan dengan sukacita dan penuh syukur. Amin.
Pokok Doa:
1. Anak-cucu dalam tumbuh-kembang imannya
2. Pergumulan umat: sakit, relasi anak dalam keluarga, ekonomi, dll.
3. Persiapan Bulan Anak
Yohana Jessica