MENDENGAR DAN PERCAYA

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Rabu, 1 Juli 2026

Bacaan: Matius 11:16-24


Mendengar dan Percaya


Saat ini kita berada di masa informasi begitu cepat tersebar. Sayangnya tidak semua informasi yang tersebar adalah informasi yang benar. Banyak juga informasi palsu yang kemudian dipercaya dan semakin disebar luaskan. Maka penting sekali untuk kembali mencari kebenaran dari sumber informasi tersebut. Anehnya, ternyata ada orang-orang yang walaupun sudah melihat bukti kebenaran dan tanda yang nyata, justru tetap tidak percaya.


Dalam perikop yang kita baca, Yesus seolah kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kondisi orang-orang pada waktu itu. Yesus gusar karena banyak orang pada waktu itu sudah jelas melihat kebenaran, tetapi masih saja menolak. Bahkan selalu menolak dengan alasan yang tidak masuk akal. Mereka mengatakan Yohanes kerasukan setan karena tidak makan dan minum. Sedangkan Yesus disebut pelahap dan sahabat orang berdosa (ay. 18-19). Ini menunjukkan bahwa orang-orang pada waktu itu selalu mencari alasan untuk menolak kebenaran.


 Sebagai orang Yahudi seharusnya mereka tahu siapakah Yohanes Pembaptis itu. Sebab Yohanes pembaptis sudah dinubuatkan kelahirannya. Demikian Yesus yang membuat tanda-tanda mukjizat. Ia pun telah dinubuatkan. Maka dari itu jelas sekali mereka mencari-cari alasan untuk menolak.


Yesus pun kemudian mengecam kota-kota itu, dengan langsung menyebutkan nama kota itu, yakni Khorazim, Betsaida, dan Kaprnaum. Mengapa Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum? Kota itu adalah kota dimana mukjizat Tuhan banyak ditunjukkan. Seolah kota ini memiliki sebuah "hak istimewa rohani" sebab mereka dapat banyak menyaksikan mukjizat dan tanda-tanda dari Yesus. Tetapi kota-kota itu justru menolak Yesus.


Sebaliknya Yesus juga menyebutkan kota-kota yang dibandingkan dengan Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum, yaitu Tirus, Sidon, dan Sodom. Kota-kota itu dulunya adalah musuh bangsa Israel. Mereka adalah kota yang tidak mengenal Tuhan. Bahkan orang-orang Yahudi pun sangat mengetahui betapa bobroknya kota-kota itu. Tetapi justru Yesus membandingkan mereka dengan kota-kota itu. Lalu apa maksud Yesus?


Bagi Yesus, mendengar dan percaya itu lebih penting, daripada sudah mendengar tetapi tetap mengeraskan hati. Tirus, Sidon, dan Sodom adalah kota yang moralnya rusak, tetapi jika mereka mau mendengar dan percaya, mereka akan mendapat pengampunan sehingga tanggungan mereka akan lebih sedikit daripada kota yang mendengar tapi tetap tidak percaya. Ini menunjukkan bahwa Yesus menghendaki setiap orang yang mendengar dan telah menyaksikan kebenaran jangan lagi ragu, tetapi percaya dengan sungguh.


Seberapa sering kita mendengar Injil? Seberapa sering kita belajar Firman Tuhan, sebagai sumber kebenaran absolut? Percayakah kita? Apakah kita dapat menaati Firman dan melakukannya? Jangan sampai Firman itu berlalu begitu saja. Biarlah setiap kita yang sudah mendapat hak istimewa rohani dengan memiliki Wahyu Khusus dari Tuhan melalui Alkitab boleh sungguh-sungguh percaya dan nelakukan Firman itu dalam hidup kta sehari-hari.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Retret remaja pemuda 3-5 Juli 2026

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.