BUKTI PERCOBAAN
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Jumat, 21 Februari 2025
Bukti Pertobatan
Kejadian 44:1-17
”Allah telah memperlihatkan kesalahan hamba-hambamu ini. Jadi, biarlah kami menjadi budak Tuanku, baik kami maupun orang yang kedapatan menyimpan piala itu.” (ay.16c)
Renungan hari ini kelanjutan dari Renungan Harian kemarin. Saat bertemu saudara-saudaranya, Yusuf telah menjamu mereka, namun belum memperkenalkan diri. Yusuf ingin tahu apakah mereka sudah bertobat, bersedia mengakui kesalahannya dan mau membela saudaranya, atau mereka hanya mementingkan diri dengan mengorbankan Benyamin.
Seperti kita tahu, saudara-saudara Yusuf telah tega menjual Yusuf sebagai budak kepada kafilah orang Ismael yang saat itu sedang menuju ke Mesir. Saudara-saudara Yusuf itu hanya mementingkan diri sendiri. Mereka berusaha memuaskan hatinya karena rasa benci kepada Yusuf yang dianggap “anak papa” dan yang diperlakukan istimewa oleh ayahnya. Karena itulah, mereka tega menjual Yusuf.
Sekarang, Yusuf menguji mereka dengan cara menahan Benyamin, adiknya. Ia menyuruh pengurus rumahnya untuk menaruh piala Yusuf dan uang di mulut karung yang dibawa Benyamin. Saat anak-anak Yakub itu dalam perjalanan, mereka dihentikan dan digeledah, dan kedapatanlah di karung Benyamin ada piala Yusuf dan uang, sehingga Benyamin ditahan untuk dijadikan budak.
Yusuf ingin mengetahui, apakah saudara-saudaranya merelakan Benyamin menjadi budaknya kemudian mereka bisa bisa pulang ke Kanaan; atau mereka membela Benyamin. Ternyata saudara-saudaranya menunjukkan pertobatannya dengan mengakui kesalahan mereka, dan mereka semua bersedia menyerahkan diri sebagai budak, walaupun yang seharusnya yang menjadi budak hanya Benyamin. Ada perubahan dalam sikap saudara-saudara Yusuf ini.
Sebagai orang percaya, pada masa lalu kita mungkin juga telah melakukan banyak kesalahan, hanya mementingkan diri sendiri, mengumbar kebencian dan iri hati terhadap orang lain, sering menyalahkan orang lain untuk menutupi kesalahan kita. Namun setelah percaya kepada Kristus, maka hal-hal seperti itu harus ditinggalkan.
Kalau kita telah bertobat, dosa-dosa kita telah dihapus melalui pengurbanan Kristus di kayu salib, maka kehidupan kita juga harus berubah. Kita harus membuktikan pertobatan dengan hidup yang berserah kepada Kristus. Kita harus hidup sesuai dengan apa yang Kristus ajarkan dan teladankan, yaitu hidup berdasarkan Firman Allah dengan pimpinan Roh Kudus.
Kiranya Tuhan menolong kita agar hidup kita benar-benar seperti yang Tuhan kehendaki, hidup dalam pertobatan yang dibuktikan dengan melakukan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Amin.
Pokok Doa
1. Para pemimpin daerah yang baru dilantik, melaksanakan tugasnya dengan baik.
2. Pemulihan kondisi ekonomi di Indonesia.
3. Persiapan Ibadah Minggu.
Sujud Swastoko